Jakarta · Selasa, 18 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Anak Buah Prabowo Tegaskan Rakyat Aceh Itu NKRI, yang Ricuh Hanya...

Peringatan 21 tahun Hari Damai Aceh di Banda Aceh, Sabtu (15/8/2026), berakhir ricuh di kawasan Masjid Raya Baiturrahman. Insiden dimulai saat sejumlah massa mencoba memasang Bendera Bulan Bintang di kompleks masjid, namun dilarang aparat TNI yang berjaga. Larangan diikuti tembakan peringatan ke udara, memicu panik massa dan bentrokan dengan aparat. Terjadi dugaan pelepasan Bendera Merah Putih serta perusakan Lambang Negara Garuda Pancasila.

Kepala Staf Kepresidenan Jenderal (Purn) Dudung Abdurachman menilai kericuhan hanya melibatkan segelintir oknum dan tidak mencerminkan sikap masyarakat Aceh secara keseluruhan. Dudung menegaskan rakyat Aceh tetap NKRI dan situasi telah kembali kondusif, Bendera Merah Putih sudah berkibar kembali. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan situasi seluruhnya terkendali dan jajaran aparat telah mengambil langkah penanganan di beberapa wilayah.

Peringatan Hari Damai seharusnya menjadi momentum berakhirnya konflik bertahun-tahun di Aceh, namun justru dimanfaatkan pihak tertentu untuk memicu ketidakkondusifan. Pemerintah pusat menekankan bahwa keamanan telah dipulihkan dan tidak ada ancaman integritas NKRI dari insiden tersebut.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait