Jakarta · Kamis, 10 September 2026Cari
WargaKonoha

Kewaspadaan Dampak Kesehatan Abu Vulkanik Pascaerupsi

Masyarakat diminta tetap waspada terhadap abu vulkanik meski erupsi telah usai karena partikel halus PM10 dan PM2.5 yang mengandung silika dapat terangkat kembali oleh angin dan aktivitas manusia. Risiko paparan tetap ada selama abu menumpuk di tanah, atap, atau jalan hingga dibersihkan atau turun hujan. Partikel tajam ini berisiko masuk ke saluran napas bawah, memicu iritasi, sesak napas, hingga eksaserbasi pada penderita asma, PPOK, penyakit jantung, serta bronkitis kronik dan lansia.

Selain gangguan pernapasan, abu vulkanik dapat menyebabkan iritasi mata, konjungtivitis, lecet kornea, dermatitis kulit, serta gangguan pencernaan akibat kontaminasi makanan dan air. Masyarakat disarankan menggunakan masker N95, KN95, atau FFP2 yang terpasang rapat. Penderita penyakit pernapasan juga disarankan memperbarui vaksin influenza dan pneumokokus serta segera ke fasilitas kesehatan jika gejala memberat.

Terkait mitigasi, Presiden menginstruksikan alokasi anggaran untuk penanganan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang menyebar ke wilayah Banten, Jawa Barat, Lampung, dan Bengkulu. Selain itu, tersedia Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di wilayah Jabodetabek.

Menurut tiap media