Kewaspadaan Dampak Kesehatan Abu Vulkanik Pascaerupsi
Rangkuman gabungan dari 2 media · disusun dengan AI
Masyarakat diminta tetap waspada terhadap abu vulkanik meski erupsi telah usai karena partikel halus PM10 dan PM2.5 yang mengandung silika dapat terangkat kembali oleh angin dan aktivitas manusia. Risiko paparan tetap ada selama abu menumpuk di tanah, atap, atau jalan hingga dibersihkan atau turun hujan. Partikel tajam ini berisiko masuk ke saluran napas bawah, memicu iritasi, sesak napas, hingga eksaserbasi pada penderita asma, PPOK, penyakit jantung, serta bronkitis kronik dan lansia.
Selain gangguan pernapasan, abu vulkanik dapat menyebabkan iritasi mata, konjungtivitis, lecet kornea, dermatitis kulit, serta gangguan pencernaan akibat kontaminasi makanan dan air. Masyarakat disarankan menggunakan masker N95, KN95, atau FFP2 yang terpasang rapat. Penderita penyakit pernapasan juga disarankan memperbarui vaksin influenza dan pneumokokus serta segera ke fasilitas kesehatan jika gejala memberat.
Terkait mitigasi, Presiden menginstruksikan alokasi anggaran untuk penanganan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang menyebar ke wilayah Banten, Jawa Barat, Lampung, dan Bengkulu. Selain itu, tersedia Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di wilayah Jabodetabek.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
ANTARA News
Dokter: Waspadai dampak abu vulkanik meski erupsi telah usai
8 September 2026 pukul 10.59 · Baca aslinya ↗
Media Indonesia
Waspada Dampak Abu Vulkanik Pascaerupsi, Ini Penjelasan Pakar PAPDI
9 September 2026 pukul 16.52 · Baca aslinya ↗