Dokter: Waspadai dampak abu vulkanik meski erupsi telah usai
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kewaspadaan terhadap abu vulkanik harus tetap dijaga meski erupsi telah usai karena partikel tajam mengandung silika dapat terangkat kembali oleh angin dan aktivitas manusia. Partikel halus (PM10 dan PM2.5) berisiko masuk ke saluran napas bawah, memicu iritasi, sesak napas, hingga eksaserbasi pada penderita asma, PPOK, dan penyakit jantung.
Selain pernapasan, abu vulkanik dapat menyebabkan iritasi mata, konjungtivitis, lecet kornea, serta dermatitis pada kulit. Kontaminasi pada makanan dan air juga berisiko mengganggu pencernaan. Masyarakat disarankan menggunakan masker N95, KN95, atau FFP2 yang terpasang rapat, serta segera ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala berat.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
kumparan · 7 September 2026 pukul 16.30
Puan Minta Penanganan Erupsi Anak Krakatau Terpadu, Keselamatan Prioritas
kumparan · 7 September 2026 pukul 15.35
Polling: Apa Keluhan yang Paling Kamu Rasakan Akibat Abu Vulkanik?
JawaPos · 7 September 2026 pukul 10.30
Daerah Paling Terdampak Abu Erupsi Gunung Anak Krakatau: Lampung Selatan, Tanggamus, dan Pandeglang
Warta Ekonomi · 7 September 2026 pukul 06.48
Anak Krakatau Kembali Bergejolak, Menkes Minta Warga Lakukan Ini
Berita terkait
Gunung Anak Krakatau Erupsi, Kenneth DPRD DKI Imbau Warga Jakarta Tak Panik tapi Tetap Waspada
Detik.com · 6 September 2026 pukul 17.07
Abu Vulkanik dan Ancaman Kesehatan yang Tidak Boleh Diabaikan
SINDOnews · 6 September 2026 pukul 16.54
Pemkot Tangerang Imbau Warga Waspada Sebaran Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau
Media Indonesia · 6 September 2026 pukul 16.35
Menkes Minta Warga Tidak Panik dan Waspadai Abu Vulkanik Anak Krakatau
CNN Indonesia · 6 September 2026 pukul 14.05