KH Taufik Damas: Pemilihan Langsung Ketum PBNU Tidak Sesuai dengan Tradisi Syura NU
Rangkuman gabungan dari 2 media · disusun dengan AI
KH Taufik Damas melalui PWNU DKI Jakarta menolak gagasan pemilihan langsung Ketua Umum PBNU, sependende dengan kumparan. Ia menilai mekanisme Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) lebih sesuai dengan tradisi syura NU karena menitikberatkan pertimbangan ilmu, akhlak, keteladanan, dan kemaslahatan bukan kompetisi suara. Kumparan menambahkan KH Taufik Damas mengkhawatirkan kultur kontestasi elektoral dapat memicu polarisasi dalam anggaran NU yang tadinya berbasis ukhuwah dan penghormatan kepada ulama. Sementara itu, SINDOnews menyebut AHWA lebih fokus pada pertimbangan kemaslahatan bukan kompetisi suara, serta menggambarkan NU sebagai jam'iyyah diniyyah ijtima'iyyah yang lahir dari pesantren, bukan partai politik. Kedua media sepakat bahwa aspirasi warga NU tetap dapat disalurkan melalui muktamar dan dipertimbangkan bersama oleh para ulama.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
kumparan
Ketum PBNU Jangan Dipilih Langsung, AHWA Dinilai Lebih Sesuai Tradisi NU
16 Agustus 2026 pukul 17.15 · Baca aslinya ↗
SINDOnews
PWNU DKI: Ketum PBNU Jangan Dipilih Langsung, AHWA Lebih Sesuai dengan Tradisi NU
16 Agustus 2026 pukul 17.55 · Baca aslinya ↗