Ketum PBNU Jangan Dipilih Langsung, AHWA Dinilai Lebih Sesuai Tradisi NU
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

KH Taufik Damas menilai pemilihan langsung Ketua Umum PBNU tidak sesuai dengan tradisi syura NU. Ia menyatakan mekanisme Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) lebih mendekati nilai-nilai keilmuan, akhlak, dan keteladanan yang menjadi dasar kepemimpinan NU. Taufik menekankan bahwa pemilihan pemimpin tidak boleh hanya diukur dari jumlah suara, melainkan pertimbangan ilmu dan moralitas para ulama. Ia juga mengkhawatirkan kultur kontestasi elektoral dapat memicu polarisasi dalam anggaran NU yang tadinya berbasis ukhuwah dan penghormatan kepada ulama. Sementara itu, Taufik menyatakan bahwa aspirasi warga NU tetap dapat disalurkan melalui muktamar dan dipertimbangkan bersama oleh para ulama.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 16 Agustus 2026 pukul 17.55
PWNU DKI: Ketum PBNU Jangan Dipilih Langsung, AHWA Lebih Sesuai dengan Tradisi NU
JPNN.com · 16 Agustus 2026 pukul 19.19
Semestinya NU Pilih Ketum Lewat AHWA, Pemilihan Langsung Berpotensi Timbulkan Friksi
JawaPos · 15 Agustus 2026 pukul 23.32
Tambang Dianggap Hanya Jalan Pintas, Forbes NU Desak Konsensi yang Diterima PBNU Dimoratorium
Berita terkait
Komisi Organisasi Muktamar NU: Semakin Banyak Calon Ketua Umum, Semakin Baik
SINDOnews · 8 Agustus 2026 pukul 16.30
Ada yang Resah Belum Diundang ke Muktamar NU, tetapi Sudah Diminta Nama AHWA
JPNN.com · 14 Agustus 2026 pukul 07.11
Jelang Muktamar ke-35 NU, Nama Gudfan Arif Ghofur Masuk Bursa Calon Ketum PBNU
JPNN.com · 10 Agustus 2026 pukul 15.03
PBNU Rilis DPS Muktamar ke-35, Gus Salam Harap Semua Kepengurusan NU Dapat Legalitas
SINDOnews · 4 Agustus 2026 pukul 17.12