Ketum PBNU Jangan Dipilih Langsung, AHWA Dinilai Lebih Sesuai Tradisi NU
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

KH Taufik Damas menilai pemilihan langsung Ketua Umum PBNU tidak sesuai dengan tradisi syura NU. Ia menyatakan mekanisme Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) lebih mendekati nilai-nilai keilmuan, akhlak, dan keteladanan yang menjadi dasar kepemimpinan NU. Taufik menekankan bahwa pemilihan pemimpin tidak boleh hanya diukur dari jumlah suara, melainkan pertimbangan ilmu dan moralitas para ulama. Ia juga mengkhawatirkan kultur kontestasi elektoral dapat memicu polarisasi dalam anggaran NU yang tadinya berbasis ukhuwah dan penghormatan kepada ulama. Sementara itu, Taufik menyatakan bahwa aspirasi warga NU tetap dapat disalurkan melalui muktamar dan dipertimbangkan bersama oleh para ulama.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 16 Agustus 2026 pukul 17.55
PWNU DKI: Ketum PBNU Jangan Dipilih Langsung, AHWA Lebih Sesuai dengan Tradisi NU
JPNN.com · 16 Agustus 2026 pukul 19.19
Semestinya NU Pilih Ketum Lewat AHWA, Pemilihan Langsung Berpotensi Timbulkan Friksi
JawaPos · 15 Agustus 2026 pukul 23.32
Tambang Dianggap Hanya Jalan Pintas, Forbes NU Desak Konsensi yang Diterima PBNU Dimoratorium
Berita terkait
Riak Di Muktamar: Banyak Orang Tiba-tiba Jadi Pakar
Media Indonesia · 1 September 2026 pukul 13.52
Prof Nuh Ungkap Cerita di Balik Layar Muktamar PBNU
Detik.com · 1 September 2026 pukul 11.06
Miftachul-Gus Kikin Pimpin PBNU, Muzani Bersyukur Muktamar Penuh Keakraban
Detik.com · 31 Agustus 2026 pukul 17.07
Resmi Jadi Ketum PBNU, Gus Kikin Tegaskan NU Bukan Kendaraan Politik
JPNN.com · 31 Agustus 2026 pukul 14.55