Kolaborasi AI dan Drone untuk Pelaporan Keberlanjutan Industri hingga 2026
Rangkuman gabungan dari 2 media · disusun dengan AI
President University, University of Southern Queensland (UniSQ), dan Jababeka menguati kolaborasi untuk mempromosikan penggunaan AI dan drone dalam pelaporan keberlanjutan industri. Program didukung hibah Australia sebesar AUD 42.000 melalui DFAT. Media Indonesia melaporkan program berlangsung hingga September 2026, sementara SINDOnews menyatakan durasi dari Juli 2024 hingga September 2026.
Teknologi AI dan drone membantu perusahaan memperoleh data lingkungan akurat untuk mengevaluasi risiko, kepatuhan, dan dampak lingkungan secara dua arah. Standar pelaporan keberlanjutan PSPK 1 dan PSPK 2 berbasis IFRS akan wajib diterapkan mulai 2027. Workshop pada 3 September 2026 menyoroti pentingnya regulasi seperti PMK No. 5 Tahun 2026 serta integrasi data drone dan AI untuk pemantauan emisi, kualitas udara, dan perubahan lingkungan secara sistematis.
Prof. Syams dari UniSQ menekankan bahwa pengungkapan lingkungan dan keberlanjutan yang kredibel dapat meningkatkan nilai perusahaan, menurunkan biaya pendanaan, dan memperkuat ekspektasi kinerja di masa depan. Pendekatan keberlanjutan juga mempertimbangkan dampasan dua arah antara perusahaan dan lingkungan, termasuk dampak pada kesehatan pekerja, operasional, dan reputasi perusahaan.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
Media Indonesia
Dorong Industri Gunakan AI dan Drone untuk Hadapi Era Baru Pelaporan Keberlanjutan
15 September 2026 pukul 10.06 · Baca aslinya ↗
SINDOnews
Mendorong Industri Memanfaatkan AI dan Drone untuk Hadapi Era Baru Pelaporan Keberlanjutan
16 September 2026 pukul 21.57 · Baca aslinya ↗