Jakarta · Rabu, 16 September 2026Cari
WargaKonoha

Mendorong Industri Memanfaatkan AI dan Drone untuk Hadapi Era Baru Pelaporan Keberlanjutan

President University, University of Southern Queensland (UniSQ), dan Jababeka mengajak dunia industri memanfaatkan Artificial Intelligence (AI) dan drone untuk meningkatkan pengelolaan serta pelaporan keberlanjutan. Kolaborasi ini didanai hibah kerja sama Indonesia-Australia senilai AUD42.000 dari Pemerintah Australia melalui Department of Foreign Affairs and Trade (DFAT). Program berlangsung dari Juli 2024 hingga September 2026, menggabungkan pendidikan tinggi, teknologi, dan sektor industri untuk mendorong pengelolaan lingkungan yang lebih terukur dan berkelanjutan.

Kegiatan ini mencakup workshop yang diselenggarakan President University pada 3 September 2026, yang membahas perkembangan pelaporan keberlanjutan di Indonesia, termasuk penerapan PSPK 1 dan PSPK 2 yang mengadopsi standar IFRS S1 dan IFRS S2. Dengan ketentuan wajib pelaporan berbasis keberlanjutan mulai 2027, perusahaan perlu menghasilkan data lingkungan yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.

Prof. Syed Shams dari UniSQ menekankan bahwa pengungkapan lingkungan dan keberlanjutan yang kredibel dapat meningkatkan nilai perusahaan, menurunkan biaya pendanaan, dan memperkuat ekspektasi kinerja di masa depan. Pendekatan keberlanjutan juga perlu mempertimbangkan dampasan dua arah antara perusahaan dan lingkungan, termasuk dampak terhadap kesehatan pekerja, operasional, dan reputasi perusahaan.

Peristiwa ini diliput 2 media — baca rangkuman gabungannya

Diberitakan juga oleh


Berita terkait