Jakarta · Senin, 5 Oktober 2026Cari
WargaKonoha

Kondisi Sektor Jasa Keuangan dan Pasar Modal Indonesia per Agustus 2026

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan Sektor Jasa Keuangan (SJK) Indonesia tetap stabil di tengah ketidakpastian geopolitik dan pengetatan moneter global. Stabilitas ini didukung inflasi terjaga, konsumsi domestik kuat, serta kenaikan proyeksi pertumbuhan ekonomi 2026 oleh OECD sebesar 0,5 persen. Sektor perbankan mencatat penyaluran kredit per Agustus 2026 sebesar Rp9.178 triliun, tumbuh 13,65% (yoy), dengan pertumbuhan tertinggi pada kredit investasi (25,11%). Kualitas kredit terjaga dengan NPL gross 2,11%, NPL net 0,84%, dan CAR 24,10%. Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 10,94% menjadi Rp10.413 triliun.

Sektor lain juga tumbuh positif, termasuk aset asuransi Rp1.200,55 triliun, aset dana pensiun Rp1.724,14 triliun, serta industri pergadaian yang tumbuh 44,60% (yoy) menjadi Rp156,61 triliun. Di pasar modal, total investor mencapai 32,17 juta dengan penghimpunan dana korporasi ytd Rp186,03 triliun. Namun, minat IPO di Bursa Efek Indonesia menurun signifikan pada 2026; hingga Agustus 2026 hanya tujuh perusahaan yang IPO dengan dana Rp2,16 triliun, turun 68,2% dalam jumlah perusahaan dan 79,2% dalam total dana dibandingkan periode sama 2025 yang mencatat 22 perusahaan dengan dana Rp10,39 triliun.

Menurut tiap media