Sektor Jasa Keuangan Tetap Stabil di Tengah Ketidakpastian Geopolitik
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan Sektor Jasa Keuangan (SJK) Indonesia tetap stabil meski menghadapi ketidakpastian geopolitik dan pengetatan moneter global. Stabilitas ini didukung oleh inflasi yang terjaga, konsumsi domestik yang kuat, serta peningkatan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2026 oleh OECD sebesar 0,5 persen. Pasar modal menunjukkan resiliensi dengan total investor mencapai 32,17 juta dan penghimpunan dana korporasi ytd sebesar Rp 186,03 triliun.
Sektor perbankan mencatat pertumbuhan kredit Agustus 2026 sebesar 13,65% yoy dengan total penyaluran Rp 9.178 triliun, di mana kredit investasi tumbuh tertinggi (25,11% yoy). Kualitas kredit tetap terjaga dengan NPL gross 2,11%. Sementara itu, industri asuransi dan dana pensiun juga tumbuh positif, dengan aset asuransi mencapai Rp 1.200,55 triliun dan aset dana pensiun Rp 1.724,14 triliun. Sektor pembiayaan lain seperti pinjaman daring dan pergadaian turut mencatat pertumbuhan signifikan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 5 Oktober 2026 pukul 18.40
Sektor Jasa Keuangan Tetap Stabil di Tengah Ketidakpastian Geopolitik
ANTARA News · 5 Oktober 2026 pukul 16.40
OJK: Penyaluran kredit bank per Agustus 2026 capai Rp9.178 triliun
CNBC Indonesia · 4 Oktober 2026 pukul 10.45
Perusahaan Mau IPO Makin Sepi di Pasar Modal RI, Ini Penyebabnya
CNBC Indonesia · 5 Oktober 2026 pukul 18.20
Bos OJK Buka Suara Soal Penyebab IHSG Melemah Sepanjang 2026
Berita terkait
OJK: Penghimpunan Dana Pasar Modal Tembus Rp148,3 Triliun
Media Indonesia · 16 September 2026 pukul 22.09
OJK: Jumlah Investor Indonesia Tembus 31,14 Juta per Akhir Agustus 2026
Warta Ekonomi · 7 September 2026 pukul 22.29
OJK: Kinerja dan Intermediasi Sektor Jasa Keuangan Mendukung Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi
Liputan6.com · 7 September 2026 pukul 18.00
HUT RI, OJK Siapkan 3 Agenda Strategis untuk Ekonomi Indonesia
Liputan6.com · 17 Agustus 2026 pukul 18.30