Jakarta · Minggu, 4 Oktober 2026Cari
WargaKonoha

Korea Utara Lacunca Rudal Balistik Setelah Korea Selatan Minta Maaf di DMZ

Korea Utara meluncurkan rudal balistik dari Wonsan menuju Laut Timur dengan jarak lebih dari 700 kilometer, menjadi respons setelah Korea Selatan meminta maaf atas ledakan di Zona Demiliterisasi (DMZ) yang melukai tiga prajuritnya. Ledakan tersebut diduga disebabkan oleh ranjau yang dipasang oleh Korea Utara di sisi selatan perbatasan. Korea Utara membantah bertanggung jawab atas insiden tersebut dan menyebut tuntutan maaf Korea Selatan sebagai hal yang 'hina' serta 'sangat konyol'. Presiden Korea Selatan, Lee Jae Myung, tetap mendesak dialog, namun tawaran tersebut ditolak tegas. Korea Utara juga menyebut Korea Selatan sebagai 'musuh utama' dan memperingatkan siap menghadapi tindakan apa pun dari Seoul. Dalam responsnya, Korea Selatan, Amerika Serikat, dan Jepang menjaga postur pertahanan erat serta meningkatkan pemantauan terkait ancaman rudal balistik. Korea Utara sendiri menyatakan siap menghadapi tindakan apa pun dari Korea Selatan.

Menurut tiap media