Korea Utara Lacunca Rudal Balistik Setelah Korea Selatan Minta Maaf di DMZ
Rangkuman gabungan dari 2 media · disusun dengan AI
Korea Utara meluncurkan rudal balistik dari Wonsan menuju Laut Timur dengan jarak lebih dari 700 kilometer, menjadi respons setelah Korea Selatan meminta maaf atas ledakan di Zona Demiliterisasi (DMZ) yang melukai tiga prajuritnya. Ledakan tersebut diduga disebabkan oleh ranjau yang dipasang oleh Korea Utara di sisi selatan perbatasan. Korea Utara membantah bertanggung jawab atas insiden tersebut dan menyebut tuntutan maaf Korea Selatan sebagai hal yang 'hina' serta 'sangat konyol'. Presiden Korea Selatan, Lee Jae Myung, tetap mendesak dialog, namun tawaran tersebut ditolak tegas. Korea Utara juga menyebut Korea Selatan sebagai 'musuh utama' dan memperingatkan siap menghadapi tindakan apa pun dari Seoul. Dalam responsnya, Korea Selatan, Amerika Serikat, dan Jepang menjaga postur pertahanan erat serta meningkatkan pemantauan terkait ancaman rudal balistik. Korea Utara sendiri menyatakan siap menghadapi tindakan apa pun dari Korea Selatan.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
Detik.com
Korsel Tuntut Minta Maaf, Korut Balas Pakai Rudal Balistik
3 Oktober 2026 pukul 13.27 · Baca aslinya ↗
'Cara Minta Maaf' Korut ke Korsel: Rudal Balistik Mengudara
4 Oktober 2026 pukul 05.59 · Baca aslinya ↗
SINDOnews
Dituntut Korsel Minta Maaf, Korut Malah Tembakkan Rudal
4 Oktober 2026 pukul 05.38 · Baca aslinya ↗