'Cara Minta Maaf' Korut ke Korsel: Rudal Balistik Mengudara
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Hubungan Korea Selatan (Korsel) dan Korea Utara (Korut) kembali memanas setelah Korut melancarkan serangan rudal balistik. Hal ini terjadi sehari setelah Korsel meminta maaf atas ledakan di Zona Demiliterisasi (DMZ) yang melukai tiga prajuritnya. Menurut Kepala Staf Gabungan Seoul, rudal balistik diluncurkan dari wilayah Wonsan, Korut, ke arah Laut Timur, dan terbang lebih dari 700 kilometer. Seoul bersama AS dan Jepang mempertahankan postur pertahanan yang tangguh melalui pertukaan informasi terkait rudal ini. Korut membantah bertanggung jawab atas ledakan di DMZ dan menyezaki Korsel. Mereka menuduh Korsel 'sangat hina' dan menolak permintaan maaf yang dianggap 'sangat konyol'. Ledakan tersebut diduga disebabkan oleh ranjau Korut yang dipasang di sisi selatan perbatasan. Insiden ini menyusul penetapan Korsel sebagai 'musuh utama' oleh Kim Jong Un pada 2024. Presiden Korsel, Lee Jae Myung, tetap mendesak dialog meski militernya menuntut maaf. Peluncuran ini adalah yang kedua dalam 13 hari, setelah peluncuran sebelumnya pada 20 September yang membuat Korsel meningkatkan status siaga penuh.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 4 Oktober 2026 pukul 05.38
Dituntut Korsel Minta Maaf, Korut Malah Tembakkan Rudal
Berita terkait
Korsel Tuntut Minta Maaf, Korut Balas Pakai Rudal Balistik
Detik.com · 3 Oktober 2026 pukul 13.27
Korut Luncurkan Rudal Balistik ke Laut Jepang, Korsel Rapat Keamanan Darurat
Detik.com · 20 September 2026 pukul 17.48
Berambisi Jadi Negara Nuklir, Korut Gelar Latihan Serangan Daya Tembak Rudal Balistik
SINDOnews · 14 September 2026 pukul 15.33
Korut Tembakkan Rudal, AS dan Korsel Langsung Siaga Penuh
CNBC Indonesia · 13 September 2026 pukul 11.00