Jakarta · Minggu, 4 Oktober 2026Cari
WargaKonoha

'Cara Minta Maaf' Korut ke Korsel: Rudal Balistik Mengudara

Hubungan Korea Selatan (Korsel) dan Korea Utara (Korut) kembali memanas setelah Korut melancarkan serangan rudal balistik. Hal ini terjadi sehari setelah Korsel meminta maaf atas ledakan di Zona Demiliterisasi (DMZ) yang melukai tiga prajuritnya. Menurut Kepala Staf Gabungan Seoul, rudal balistik diluncurkan dari wilayah Wonsan, Korut, ke arah Laut Timur, dan terbang lebih dari 700 kilometer. Seoul bersama AS dan Jepang mempertahankan postur pertahanan yang tangguh melalui pertukaan informasi terkait rudal ini. Korut membantah bertanggung jawab atas ledakan di DMZ dan menyezaki Korsel. Mereka menuduh Korsel 'sangat hina' dan menolak permintaan maaf yang dianggap 'sangat konyol'. Ledakan tersebut diduga disebabkan oleh ranjau Korut yang dipasang di sisi selatan perbatasan. Insiden ini menyusul penetapan Korsel sebagai 'musuh utama' oleh Kim Jong Un pada 2024. Presiden Korsel, Lee Jae Myung, tetap mendesak dialog meski militernya menuntut maaf. Peluncuran ini adalah yang kedua dalam 13 hari, setelah peluncuran sebelumnya pada 20 September yang membuat Korsel meningkatkan status siaga penuh.

Peristiwa ini diliput 2 media — baca rangkuman gabungannya

Diberitakan juga oleh


Berita terkait