KPK Ungkap Jaringan Pemerasan dan Tawar-Menawar Seleksi Masuk Unsoed
Rangkuman gabungan dari 2 media · disusun dengan AI
KPK menduga adanya pemerasan dan tawar-menawar dalam proses penerimaan mahasiswa baru jalur Mandiri di Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Purwokerto. Menurut CNN Indonesia, Kepala Bagian Akademik Unsoed, Eko Sumanto, diduga menjadi otak penawaran kuota dan harga per kepala calon mahasiswa, dengan harga yang ditawarkan berkisar dari Rp50 juta hingga Rp500 jiri per kepala. Transaksi dilakukan melalui guru SMA yang mengkoordinasikan kelompok siswanya untuk masuk ke Unsoed.
Sedangkan menurut Media Indonesia, KPK menduga Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Unsoed, Prof. Norman Arie Prayogo, memeras orangtua calon mahasiswa baru Fakultas Kedokteran hingga Rp650 jiri. Pemerasan dilakukan melalui dua perantara swasta, DMW dan AW, yang meminta uang agar anak mereka diterima di FK Unsoed. Meskipun orangtua membayar sesuai permintaan, anak-anak mereka tetap tidak lolos seleksi masuk. Atas kegagalan ini, orangtua meminta pengembalian uang, yang kemudian dilaporkan kepada Norman.
Untuk melunasi utang, Norman meminjam uang ke pihak lain dengan pengetahuan Rektor Unsoed, Prof. Akhmad Sodiq, dan menggunakan anggaran tiga proyek kampus yang dikerjakan perusahaan milik keponakannya, MYN. Kedua laporan menunjukkan adanya dugaan penyalahgunaan wewenang dan korupsi dalam proses seleksi masuk Unsoed, meskipun terdapat perbedaan dalam jumlah uang yang disebutkan dan peran yang diduga terlibat.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
Media Indonesia
KPK Sebut Warek Unsoed Diduga Peras Orangtua Camaba Kedokteran Rp650 Juta
22 Agustus 2026 pukul 06.02 · Baca aslinya ↗
CNN Indonesia
KPK: Kasus Pemerasan Rektor Unsoed Libatkan Guru SMA
22 Agustus 2026 pukul 16.00 · Baca aslinya ↗