KPK Sebut Warek Unsoed Diduga Peras Orangtua Camaba Kedokteran Rp650 Juta
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

KPK menduga Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Prof. Norman Arie Prayogo, memeras orangtua calon mahasiswa baru Fakultas Kedokteran hingga Rp650 jiri. Pemerasan dilakukan melalui dua perantara swasta, DMW dan AW, yang meminta uang agar anak mereka diterima di FK Unsoed. Namun, meskipun orangtua membayar sesuai permintaan, anak-anak mereka tetap tidak lolos seleksi masuk. Atas kegagalan ini, orangtua meminta pengembalian uang, yang kemudian dilaporkan kepada Norman. Untuk melunasi utang, Norman meminjam uang ke pihak lain dengan pengetahuan Rektor Unsoed, Prof. Akhmad Sodiq, dan menggunakan anggaran tiga proyek kampus yang dikerjakan perusahaan milik keponakannya, MYN.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
VOI · 22 Agustus 2026 pukul 06.31
Miris! KPK Ungkap Ortu Bayar Rp650 Juta untuk Masuk Kedokteran Unsoed, Anak Tetap Gagal
kumparan · 22 Agustus 2026 pukul 06.26
KPK Sita Uang Rp 665 Juta di Kasus Rektor Unsoed: Disimpan di Dalam Kresek
kumparan · 22 Agustus 2026 pukul 06.26
KPK Sita Rp 665 Juta di Kasus Rektor Unsoed: Disimpan Tersangka di Dalam Kresek
Detik.com · 22 Agustus 2026 pukul 05.50
Kabag Akademik Unsoed Simpan Uang Hasil Peras Ortu Calon Maba dalam Kresek
Berita terkait
Rektor Unsoed Siapkan 73 Kuota untuk Calon Maba yang Ortunya Sudah Diperas
Detik.com · 22 Agustus 2026 pukul 04.42
Kasus Rektor Unsoed, KPK Jelaskan Alasan Ortu Pemberi Uang Tak Jadi Tersangka
kumparan · 22 Agustus 2026 pukul 02.46
3 Klaster Kasus Rektor Unsoed: Ada yang Bayar Rp 650 Juta Masuk FK, tapi Ketolak
kumparan · 22 Agustus 2026 pukul 01.51
Rektor Unsoed dan Warek III Jadi Tersangka Pemerasan dan Gratifikasi Mahasiswa Baru
SINDOnews · 22 Agustus 2026 pukul 00.23