KPK Sebut Warek Unsoed Diduga Peras Orangtua Camaba Kedokteran Rp650 Juta
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

KPK menduga Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Prof. Norman Arie Prayogo, memeras orangtua calon mahasiswa baru Fakultas Kedokteran hingga Rp650 jiri. Pemerasan dilakukan melalui dua perantara swasta, DMW dan AW, yang meminta uang agar anak mereka diterima di FK Unsoed. Namun, meskipun orangtua membayar sesuai permintaan, anak-anak mereka tetap tidak lolos seleksi masuk. Atas kegagalan ini, orangtua meminta pengembalian uang, yang kemudian dilaporkan kepada Norman. Untuk melunasi utang, Norman meminjam uang ke pihak lain dengan pengetahuan Rektor Unsoed, Prof. Akhmad Sodiq, dan menggunakan anggaran tiga proyek kampus yang dikerjakan perusahaan milik keponakannya, MYN.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
VOI · 24 Agustus 2026 pukul 05.12
Mendiktisaintek Tunjuk PLH Rektor Unsoed, Penerimaan Mahasiswa Bakal Dievaluasi
kumparan · 24 Agustus 2026 pukul 01.30
Kasus Rektor Unsoed, Mendikti Minta Layanan Akademik Jangan Sampai Terganggu
Detik.com · 23 Agustus 2026 pukul 16.55
Unsoed Buka Suara Soal 73 Kuota Mahasiswa Mandiri 'Dijual' Rektor
CNBC Indonesia · 23 Agustus 2026 pukul 14.15
KPK Beberkan Modus Dugaan Pemerasan Masuk Unsoed, Minta Rp650 Juta
Berita terkait
Kata KPK dan Unsoed soal 73 Kuota Calon Maba Jerat Rektor Tersangka
Detik.com · 24 Agustus 2026 pukul 08.25
Kabar Terkini di Kasus Rasuah 'Titip Anak Saya Kuliah'
Detik.com · 24 September 2026 pukul 06.02
KPK Panggil Dokter hingga Guru Jadi Saksi Kasus Rektor Unsoed Peras Camaba
Detik.com · 17 September 2026 pukul 13.08
Usut Kasus Dugaan Jual-Beli Kursi, KPK Panggil Guru Besar Unsoed, Warek, hingga Dosen
SINDOnews · 15 September 2026 pukul 17.07