Krisis Air Bersih di Kawasan Sambau Batam dan Respons BP Batam
Rangkuman gabungan dari 2 media · disusun dengan AI
Warga Kavling Sambau, Nongsa, Batam melakukan aksi protes terkait terhentinya pasokan air bersih selama berbulan-bulan. Warga menduga pembangunan data center di kawasan tersebut menyebabkan air waduk menyusut drastis. Akibat krisis ini, warga harus mengeluarkan biaya tambahan Rp150-200 ribu per minggu untuk membeli air, jauh melampaui tagihan bulanan normal sebesar Rp45 ribu.
BP Batam membantah dugaan pengalihan air ke data center dan menyatakan krisis disebabkan oleh musim kemarau. Terdapat perbedaan data produksi air: CNBC Indonesia menyebut produksi turun dari 90 LPS menjadi 25 LPS, sementara CNN Indonesia menyebut turun dari 90 LPS menjadi 2,5 LPS dengan Tinggi Muka Air turun ke 5,5 meter dari normal 10 meter. BP Batam mengklaim data center menggunakan sistem pengolahan air mandiri.
Sebagai solusi, BP Batam akan mengecek jaringan distribusi di setiap RT, memasang pipa interkoneksi dari embung Kebun Raya Nongsa, serta mengoptimalkan sistem booster untuk meningkatkan suplai air ke masyarakat.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
CNBC Indonesia
Warga Batam Mengeluh Tak Dapat Air Sejak Ada Data Center
6 Oktober 2026 pukul 08.21 · Baca aslinya ↗
CNN Indonesia
Cerita Emak-emak Batam Demo Data Center yang Diduga Surutkan Waduk
6 Oktober 2026 pukul 15.50 · Baca aslinya ↗