Cerita Emak-emak Batam Demo Data Center yang Diduga Surutkan Waduk
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Warga Kelurahan Sambau, Batam, melakukan aksi protes di Nongsa Digital Park (NDP) karena krisis air bersih. Warga menduga proyek pusat data di kawasan tersebut menyebabkan air waduk menyusut drastis, sehingga mereka harus mengeluarkan biaya tambahan Rp150-200 ribu per minggu untuk membeli air bersih, jauh melebihi tagihan bulanan normal sebesar Rp45 ribu.
BP Batam membantah tuduhan tersebut dan menyatakan bahwa penurunan debit air disebabkan oleh musim kemarau. Produksi air waduk Nongsa turun drastis dari 90 liter per detik menjadi hanya 2,5 liter per detik, dengan Tinggi Muka Air (TMA) turun ke 5,5 meter dari kondisi normal 10 meter. Sebagai solusi, BP Batam melakukan pemasangan pipa interkoneksi dari embung Kebun Raya Nongsa dan mengoptimalkan sistem booster untuk meningkatkan suplai air ke masyarakat.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 6 Oktober 2026 pukul 08.21
Warga Batam Mengeluh Tak Dapat Air Sejak Ada Data Center
Berita terkait
Respons Bos BP Batam, Buka Suara Ungkap Fakta Izin Kaveling Laut
CNBC Indonesia · 6 Agustus 2026 pukul 12.25
Marak Praktik Laut di Batam Cs Dikaveling-Menteri Nusron Warning Keras
CNBC Indonesia · 5 Agustus 2026 pukul 14.38
TEP Unhas Dampingi Polsek Weri Turun Tangan Salurkan Air Bersih ke Warga
Detik.com · 6 Oktober 2026 pukul 18.00
Kementrans Gandeng Undip-TUM Kembangkan Ekowisata Pesisir Batam
Detik.com · 6 Oktober 2026 pukul 17.13