Jakarta · Jumat, 4 September 2026Cari
WargaKonoha

Krisis Chip Global Dorong Produsen Turunkan Spesifikasi Smartphone, Harga Naik 27,6%

Krisis chip global pada 2026 disebabkan oleh produsen memori seperti Samsung, SK Hynix, dan Micron yang mengalihkan produksi ke High Bandwidth Memory (HBM) untuk server dan pusat data AI. Chip AI ini menyerap sekitar 70 persen produksi memori global, menyebabkan pasokan DRAM dan NAND Flash tidak mencukupi. Akibatnya, harga DRAM naik lebih dari 50 persen dan NAND Flash melonjak lebih dari 90 persen pada kuartal pertama 2026, dengan total biaya memori naik hampai 300 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Tekanan biaya ini membuat rata-rata harga smartphone global naik 27,6 persen. Warta Ekonomi melaporkan harga rata-rata mencapai USD581 (sekitar Rp10,3 juta) pada 2026, sementara SINDOnews menyatakan harga mencapai Rp10,4 juta per unit. Kedua sumber menyebutkan proyeksi kenaikan 27,6 persen dari IDC, namun SINDOnews menyebut ini sebagai rekor tertinggi dalam sejarah industri smartphone.

Akibat kenaikan harga dan penurunan spesifikasi, konsumen semakin mengutamakan daya tahan baterai, responsivitas jangka panjang, dan ketersediaan suku cadang ketimbang spesifikasi teknis. Produsen menurunkan RAM pada model entry-level dan kelas menengah, sementara beberapa flagship tetap mempertahankan RAM 12GB.

Menurut tiap media