Kualitas Udara di Kalimantan Tercatat Kategori Berbahaya Akibat Karhutla
Rangkuman gabungan dari 3 media · disusun dengan AI
Kualitas udara di tiga wilayah Kalimantan berada pada kategori berbahaya akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, konsentrasi PM2.5 mencapai 389,4 mikrogram per meter kubik pada Rabu (19/8) pagi, jauh melampaui ambang batas 250,5 mikrogram per meter kubik. Di Kubu Raya, Kalimantan Barat, BMKG mencatat konsentrasi PM2.5 sebesar 276 mikrogram per meter kubik pada Jumat (21/8) pagi, juga masuk kategori hitam atau berbahaya. Perbedaan nilai ini mencerminkan variasi kondisi lokasi dan waktu pengukuan.
Di Banjarbaru, BPBD mencatat lahan terdampat mencapai 969 hektare, dengan Kecamatan Landasan Ulin paling parah, diikuti Cempaka dan Liang Anggang. Api semakin cepat menjalar akibat tiupan angin kencang dan semak belukar kering. Petugas kesulitan memadamkan api karena menipisnya sumber air dan akses jalan sempit, sehingga harus bergantung pada tangki air.
BNPB mencatat 1.487 titik panas di Kalimantan hingga Kamis (20/8), dengan 560 di Kalimantan Barat. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengimbau warga di wilayah terdampat untuk menggunakan masker dan memantau kualitas udara melalui aplikasi. Asap karhutla mengandung partikel halus PM2.5 yang berpotensi menyebabkan infeksi saluran pernapasan akut dan masalah kesehatan paru-paru lainnya.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
Media Indonesia
Kualitas Udara Banjarbaru Masuk Kategori Berbahaya akibat Karhutla
19 Agustus 2026 pukul 17.08 · Baca aslinya ↗
kumparan
Waspada Karhutla di Banjarbaru, Warga Jangan Lupa Pakai Masker
21 Agustus 2026 pukul 06.00 · Baca aslinya ↗
CNN Indonesia
BMKG: Kualitas Udara di Kubu Raya Kalbar Kategori Hitam
21 Agustus 2026 pukul 10.26 · Baca aslinya ↗