Waspada Karhutla di Banjarbaru, Warga Jangan Lupa Pakai Masker
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, terus membesar hingga Kamis (20/8). Data BPBD Kota Banjarbaru mencatat lahan terdampat mencapai 969 hektare, dengan Kecamatan Landasan Ulin paling parah, diikuti Cempaka dan Liang Anggang. Api semakin cepat menjalar akibat tiupan angin kencang dan semak belukar kering. Karhutla juga sudah merusak kebun pisang warga di Jalan Caraka Jaya, Kelurahan Landasan Ulin Utara.
Kabut asap tebal dari karhutla menyebabkan kualitas udara sangat buruk, terutama pada pagi hari. Hal ini mengganggu aktivitas harian warga karena mengurangi jarak pandang dan kesulitan bernapas. Petugas BPBD kesulitan memadamkan api karena menipisnya sumber air di lokasi dan akses jalan yang sempit, sehingga harus bergantung pada tangki air.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengimbau warga di wilayah terdampat untuk menggunakan masker dan memantau kualitas udara melalui aplikasi. Asap karhutla mengandung partikel halus PM2.5 yang berpotensi menyebabkan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dan masalah kesehatan paru-paru lainnya.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Media Indonesia · 19 Agustus 2026 pukul 17.08
Kualitas Udara Banjarbaru Masuk Kategori Berbahaya akibat Karhutla
CNBC Indonesia · 21 Agustus 2026 pukul 14.50
Penerbangan Dibatalkan-Kualitas Udara Memburuk Gegara Asap Karhutla RI
CNBC Indonesia · 21 Agustus 2026 pukul 14.35
KLH Buka Suara Soal Kualitas Udara dan Ancaman Karhutla di Musim Kemarau
CNN Indonesia · 21 Agustus 2026 pukul 10.26
BMKG: Kualitas Udara di Kubu Raya Kalbar Kategori Hitam
Berita terkait
BMKG: Kualitas Udara di Palembang Level Sangat Berbahaya
CNN Indonesia · 4 Oktober 2026 pukul 19.20
Kualitas Udara Makassar Memburuk, BMKG Duga Imbas Asap Karhutla
CNN Indonesia · 4 Oktober 2026 pukul 12.51
Masih Dilanda Karhutla, Status Tiga Daerah di Kalbar Berbahaya
CNN Indonesia · 23 September 2026 pukul 22.30
Kualitas Udara Palangka Raya Kategori Hitam Berbahaya Imbas Karhutla
CNN Indonesia · 18 September 2026 pukul 15.32