Letusan Gunung Krakatau dan Anak Krakatau: Dampak Tsunami, Abu Vulkanik, dan Aktivitas Terkini
Rangkuman gabungan dari 4 media · disusun dengan AI
Letusan Gunung Krakatau pada 1883 merupakan letusan paling besar masanya, menghasilkan tsunami maksimal 40 meter yang menewaskan 34.000-36.000 orang. Erupsi menyebabkan hujan abu panas global yang mengubah iklim dan menciptakan kabut senja merah di seluruh dunia. Anak Krakatau yang lahir 1927 masih menjadi ancaman; pada Desember 2018, sektor barat daya anak krakatau ambruk, menurunkan ketinggiannya dari 338 menjadi 110 meter di atas permukaan laut dengan potensi gelombang 15 meter atau lebih. Simulasi menunjukkan tsunami gunung berapi dapat dipicu oleh longsoran atau aktivitas erupsi eksplosif. PVMBG menetapkan status Level III (Siaga) dengan radius 3 km dilarang masuk. Erupsi terus terjadi sejak September 2026 dengan kolom abu 13-14 km, sebaran ke Banten, Jawa Barat, Lampung, Bengkulu, dan Jakarta, serta aktivitas tremor dan gempa vulkanik. CNN Indonesia melaporkan erupsi Ili Lewotolok di NTT tiga kali dalam 48 jam dengan kolom abu 2.023 meter.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
SINDOnews
7 Fakta Ilmiah Gunung Krakatau yang Bikin Penghuni Bumi Ketakutan
6 September 2026 pukul 13.03 · Baca aslinya ↗
Fenomena Anak Krakatau Ini Tak Bisa Disepelekan, Taruhannya Nyawa
6 September 2026 pukul 13.32 · Baca aslinya ↗
Detik.com
10 Fakta Letusan Dahsyat Krakatau yang Hebohkan Dunia
6 September 2026 pukul 14.00 · Baca aslinya ↗
Apakah Gunung Anak Krakatau Masih Erupsi? Begini Aktivitas Terkininya
7 September 2026 pukul 15.05 · Baca aslinya ↗
CNN Indonesia
Gunung Anak Krakatau dan Ili Lewotolok Meletus Tadi Malam
7 September 2026 pukul 06.30 · Baca aslinya ↗
CNBC Indonesia
Sampai Kapan Letusan Krakatau Muntahkan Abu Vulkanik, Ini Kata Pakar
7 September 2026 pukul 12.05 · Baca aslinya ↗