Fenomena Anak Krakatau Ini Tak Bisa Disepelekan, Taruhannya Nyawa
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Anak Krakatau masih sangat berbahaya. Ahli geologi memperingatkan ada potensi longsoran tubuh gunung bawah laut yang dapat memicu tsunami mendadak serta aktivitas erupsi eksplosif tinggi. Data satelit dan rekaman helikopter pada 23 Desember 2018 mengonfirmasi bagian sektor barat daya telah ambruk ke laut. PVMBG pada 29 Desember menyatakan tinggi Anak Krakatau turun dari 338 meter di atas permukaan laut ke 110 meter. Simulasi menunjukkan potensi gelombang 15 meter atau lebih secara lokal. Tsunami gunung berapi dapat dipicu oleh ledakan bawah laut atau aliran piroklastik besar yang mengandung gas vulkanik, abu, dan balok bergerak puluhan km/jam ke dalam badan air.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 6 September 2026 pukul 14.00
10 Fakta Letusan Dahsyat Krakatau yang Hebohkan Dunia
Liputan6.com · 6 September 2026 pukul 11.08
Ketika Krakatau Memicu Kiamat Kecil: Dentuman Dahsyat yang Bikin Bulan Jadi Biru
CNBC Indonesia · 6 September 2026 pukul 10.50
Letusan Krakatau Sudah Berhenti, Pakar Geologi Beri Peringatan Baru
CNBC Indonesia · 6 September 2026 pukul 06.15
Krakatau Meletus, Peneliti BRIN Ingatkan Petaka Besar Tahun 1883
Berita terkait
7 Fakta Ilmiah Gunung Krakatau yang Bikin Penghuni Bumi Ketakutan
SINDOnews · 6 September 2026 pukul 13.03
Update Kondisi Kubah Lava Anak Krakatau Pascatsunami 2018-Erupsi Terus
CNBC Indonesia · 5 September 2026 pukul 15.15
Profesor BRIN Ingatkan Mimpi Buruk Krakatau 1883, Soroti Erupsi Anak Krakatau
Warta Ekonomi · 5 September 2026 pukul 11.50
Gempa Flores 1992 Lebih Mematikan Dibandingkan 2026, Ini Alasannya
CNBC Indonesia · 25 Agustus 2026 pukul 10.45