Luhut: Bansos Salah Sasaran Turun dari 77,6% Jadi di Bawah 5%
Rangkuman gabungan dari 2 media · disusun dengan AI
Ketua Kementerian Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan bahwa tingkat bansos salah sasaran pernah mencapai 77,6% namun berhasil diturunkan ke bawah 5% melalui digitalisasi dan integrasi data pemerintah. Sistem ini diuji coba di Banyuwangi dengan menggunakan teknologi AI, face recognition, verifikasi NIK, dan nomor meteran listrik untuk memastikan ketepatan sasaran. Uji coba telah dilakukan di 256 kabupaten/kota, mencakup 16,8 juta jiwa, dengan target akurasi lebih dari 90% pada akhir tahun. Detik.com melaporkan target pencapaian akhir tahun ini, sementara Warta Ekonomi menyebut target akhir 2026. Kedua sumber juga berbeda dalam menggambarkan peran AI; Detik.com menekankan pada integrasi data antar instansi, sementara Warta Ekonomi lebih menekankan pada pencegahan manipulasi data ekonomi oleh masyarakat. Digitalisasi ini menjadi bagian dari agenda Presiden Prabowo Subianto untuk pemerintahan yang lebih cepat, transparan, dan dapat diprediksi.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
Detik.com
Luhut Ungkap Data Bansos Salah Sasaran: Dulu 77,6%, Kini di Bawah 5%
28 Agustus 2026 pukul 12.06 · Baca aslinya ↗
Ramai Data Desil Tak Sesuai 'Isi Kantong', Luhut: Akan Diperbaiki dengan AI
28 Agustus 2026 pukul 14.27 · Baca aslinya ↗
Warta Ekonomi
Luhut: Bansos Salah Sasaran Turun dari 77,6% Jadi di Bawah 5%
28 Agustus 2026 pukul 17.04 · Baca aslinya ↗