Mantan Ketua DPR Filipina Ditangkap Terkait Korupsi Proyek Pengendalian Banjir Rp2,1 T
Rangkuman gabungan dari 2 media · disusun dengan AI
Mantan Ketua DPR Filipina Martin Romualdez, sepupu Presiden Ferdinand Marcos Jr., ditangkap polisi terkait dugaan korupsi proyek pengendalian banjir fiktif. Penangkapan terjadi di Cardinal Santos Medical Center setelah ia dilarikan karena tekanan darah tidak stabil dan serangan kecemasan. Kepala Ombudsman Jesus Crispin Remulla mengatakan skema ini mencelakakan negara hingga 7,4 miliar peso (sekitar Rp2,1 triliun) melalui suap, penyisipan anggaran, dan pengalokasian proyek bermasalah.
Jaksa juga mengajukan perkar terhadap mantan anggota parlemen Elizaldy Co yang kini melarikan diri, serta sejumlah perwakilan perusahaan konstruksi. Romualdez mengundurkan diri dari jabatan Ketua DPR pada September 2025 agar investigasi dapat berjalan tanpa intervensi. Meski tidak lagi menjabat, ia tetap menjadi anggota Kongres.
CNBC Indonesia melaporkan jumlah kerugian negara sebesar 7,44 miliar peso, sedikit berbeda dengan klaim 7,4 miliar peso dari kumparan. Kedua sumber juga berbeda dalam menggambarkan proses penangkapan: kumparan menyebut penangkapan setelah penangkapan di rumah sakit, sementara CNBC menyebut penangkapan berdasarkan surat perintah Pengadilan Antikorupsi. Setelah kondisi kesehatannya stabil, Romualdez akan dipindahkan ke penjara.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
kumparan
Sepupu Presiden Filipina Ditangkap Akibat Skandal Korupsi Pengendalian Banjir
7 September 2026 pukul 23.27 · Baca aslinya ↗
CNBC Indonesia
Mantan Ketua DPR dan Sepupu Presiden Ditangkap, Korupsi Rp 2,1 T
8 September 2026 pukul 13.59 · Baca aslinya ↗