Sepupu Presiden Filipina Ditangkap Akibat Skandal Korupsi Pengendalian Banjir
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Mantan Ketua DPR Filipina Martin Romualdez, sepupu Presiden Ferdinand Marcos Jr., ditangkap polisi pada Senin (7/9) terkait dugaan korupsi proyek pengendalian banjir fiktif. Romualdez ditangkap di Cardinal Santos Medical Center setelah dilarikan karena tekanan darah tidak stabil dan serangan kecemasan. Kepala Ombudsman Jesus Crispin Remulla mengatakan skema ini mencelakakan negara hingga 7,4 miliar peso (sekitar Rp2,1 triliun) melalui suap, penyisipan anggaran, dan pengalokasian proyek bermasalah. Jaksa juga mengajukan perkar terhadap mantan anggota parlemen Elizaldy Co yang kini melarikan diri, serta sejumlah perwakilan perusahaan konstruksi. Romualdez mengundurkan diri dari jabatan Ketua DPR pada September 2025 agar investigasi dapat berjalan tanpa intervensi. Meski tidak lagi menjabat, ia tetap menjadi anggota Kongres.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Media Indonesia · 7 September 2026 pukul 20.56
Anggota DPR Jamin Aparat tak Bisa Sembarangan Sita Harta Warga di RUU Perampasan Aset
JPNN.com · 7 September 2026 pukul 08.30
Kuasa Hukum Budiman Bayu Prasojo Soroti Keterangan Saksi KPK, Belum Ada Saksi yang Sebut Pemberian Uang
JPNN.com · 6 September 2026 pukul 14.10
Febrie Diansyah Bantah Eks Jampidsus Terima Rp40 Miliar dari Tan Kian
Warta Ekonomi · 6 September 2026 pukul 09.00
Mahfud MD: Jika NU Ajak Tak Bayar Pajak, Pemerintah Ketar-Ketir
Berita terkait
Bayar Uang Jaminan, Wapres Filipina Tak Ditahan Usai Perintah Penangkapan
Detik.com · 5 September 2026 pukul 16.46
Pengadilan Filipina Terbitkan Surat Perintah Penangkapan Wakil Presiden Sara Duterte
VOI · 4 September 2026 pukul 21.00
2 Prajurit TNI Penyiram Air Keras Andrie Yunus Batal Dipecat, Hakim Banding Ringankan Vonis
SINDOnews · 4 September 2026 pukul 20.56
Lima Miliar
JPNN.com · 4 September 2026 pukul 06.55