Menhub Perketat Keselamatan Pelayaran Setelah Kecelakaan Kapal
Rangkuman gabungan dari 2 media · disusun dengan AI
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi memperkuat regulasi keamanan transportasi laut setelah kecelakaan KM Mutiara Sentosa II, KM Putri Yasmin, KLM Nurul Salsa 01, dan KM Prince Soya. Dudy menekankan validasi manifest penumpang dan kendaraan secara akurat melalui integrasi sistem manifest, ticketing, dan boarding. Dalam kecelakaan KMP Putri Yasmin, manifest mencatat 131 orang sementara 212 penumpang berhasil diselamatkan, menciptakan ketidaksesuaian data. Ke depan, SPB tidak akan diterbitkan bila data belum tervalidasi, dengan penerapan manifest real-time melalui single data system.
Pemerintah juga memperketat pencatatan identitas penumpang, pengendalian muatan, dan pengawasan terhadap barang berbahaya. Inspeksi bersama sebelum keberangkatan akan ditingkatkan, termasuk pemeriksaan stabilitas kapal dan alat keselamatan. Kesadaran keselamatan masyarakat menjadi fokus, dengan penekanan pada penggunaan life jacket dan prosedur darurat.
Di sisi lain, Menhub juga menyampaikan komitmen pembenahan keselamatan pelayaran secara menyeluruh setelah rapat kerja dengan Komisi V DPR RI. Evaluasi dilakukan terhadap keempat kecelakaan kapal yang sama, dengan fokus pada sistem proteksi kebakaran, survival craft, emergency response, dan kesiapan awak. Pemerintah memperkuat regulasi, pemeriksaan mandiri, uji petik, serta integrasi manifest, ticketing, dan boarding menjadi single data system. Setiap temuan harus ditindaklanjuti; kapal dengan major deficiency tidak boleh berlayar. Kolaborasi dengan BKI, DPR, dan stakeholder lain diperlukan untuk menghentikan kecelakaan pelayaran.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
Detik.com
Menhub Ancam Tak Terbitkan Izin Berlayar Kapal Jika Manifest Tak Tervalidasi
19 Agustus 2026 pukul 16.21 · Baca aslinya ↗
Media Indonesia
Menhub Tegaskan Bakal Benahi Keselamatan Pelayaran secara Menyeluruh
20 Agustus 2026 pukul 16.47 · Baca aslinya ↗