Menhub Ancam Tak Terbitkan Izin Berlayar Kapal Jika Manifest Tak Tervalidasi
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi memperkuat regulasi keamanan transportasi laut setelah serangkaian kecelakaan kapal seperti KM Mutiara Sentosa II, KM Putri Yasmin, KLM Nurul Salsa 01, dan KM Prince Soya. Dudy menekankan pentingnya validasi manifest penumpang dan kendaraan secara akurat dengan sistem terintegrasi antara manifest, ticketing, dan boarding. Dalam kecelakaan KMP Putri Yasmin, manifest mencatat 131 orang sementara 212 penumpang berhasil diselamatkan, menciptakan ketidaksesuaian data. Ke depan, SPB tidak akan diterbitkan bila data belum tervalidasi, dengan penerapan manifest real-time melalui single data system. Pemerintah juga memperketat pencatatan identitas penumpang, pengendalian muatan, dan pengawasan terhadap barang berbahaya. Inspeksi bersama sebelum keberangkatan akan ditingkatkan, termasuk pemeriksaan stabilitas kapal dan alat keselamatan. Kesadaran keselamatan masyarakat juga menjadi fokus, dengan penekanan pada penggunaan life jacket dan prosedur darurat.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNN Indonesia · 19 Agustus 2026 pukul 14.57
Ada 601 Kecelakaan Kapal di RI Selama 2026: 239 Meninggal, 203 Hilang
Berita terkait
Sederet Kecelakaan Kapal: Setidaknya Ada 7 Insiden Sejak Awal Tahun 2026
kumparan · 14 Agustus 2026 pukul 19.07
Wamenhub Pastikan 238 Orang di KMP Mutiara Sentosa 2 Terdata
JPNN.com · 4 Agustus 2026 pukul 21.20
Sempat Tersenyum Sebelum Lompat ke Laut, Begini Detik-Detik Terakhir Korban KMP Mutiara Sentosa 2
JPNN.com · 4 Agustus 2026 pukul 18.30
Momen Ketua Komisi V Cecar Pemilik KM Mutiara Sentosa 2 Gara-gara Tak Ada Sekoci
kumparan · 19 Agustus 2026 pukul 16.46