Jakarta · Sabtu, 12 September 2026Cari
WargaKonoha

Miliarder Asia Pindahkan Aset ke Singapura dan Malaysia, Transaksi Properti Ritel Rp4,3 Triliun

Para miliarder Asia, terutama dari China, semakin mengalokasikan aset ke Singapura, Dubai, dan Malaysia. CEO Maybank Alvin Lee menyatakan bahwa ultra-high-net-worth individual terus mencari instrumen keuangan dan aset fisik seperti real estat serta logam mulia. Harga emas saat ini berkisar pada US$4.400 per ons, dengan prediksi Goldman Sachs mencapai US$4.900 akhir tahun. Konflik Timur Tengah mendorong kembalinya dana ke Singapura, sementara Malaysia menarik minat konglomerat China karena valuasi properti lebih murah dibanding Singapura. China diperkirakan memiliki 1.110 miliarder pada Maret 2026, unggul dari AS yang memiliki 1.000 miliarder.

Di sisi lain, sebuah transaksi properti ritel signifikan terjadi di Orchard Road, Singapura. Raj Kumar dan Kishin RK, melalui perusahaan Royal Holdings dan RB Capital, membeli Scotts Square senilai S$310 juta (Rp4,3 triliun). Mal empat lantai tersebut memiliki luas 130.875 kaki persegi dengan area sewa 76.660 kaki persegi, dan disewakan ke merek seperti Bang & Olufsen dan Vivienne Westwood. Harga yang disepakati setara dengan S$2.369 per kaki persegi, jauh di bawah penawaran awal sebesar S$450 juta. Transaksi ini dimediasi oleh CBRE dan diperkirakan akan rampai pada November 2026.

Perbedaan meliputi prediksi penyelesaian transaksi: Liputan6.com menyebutkan November 2024, sementara CNBC Indonesia dan Liputan6.com versi lain menyebutkan November 2026. Selain itu, ada variasi dalam kurs yang digunakan untuk konversi ke Rupiah, dengan Liputan6.com menggunakan kurs Rp17.600 dan laporan lain tidak menyebutkan kurs spesifik. Harga awal penawaran juga berbeda: Liputan6.com mencatat S$450 jini turun menjadi S$380 juta sebelum akhirnya disepakati S$310 juta, sementara laporan lain hanya menyebutkan penurunan dari S$450 juta.

Menurut tiap media