Jakarta · Kamis, 24 September 2026Cari
WargaKonoha

Motor Listrik Tak Bisa Terus Hidup dari Subsidi, Kepastian Aturan Diperlukan

Industri motor listrik menyatakan pasar tidak dapat terus bergantung pada subsidi pemerintah. Founder Mimo Mobility, Triharsa Adicahya, menyoroti insentif Rp3 juta per unit belum memiliki ketentuan teknis jelas terkait baterai dan model kendaraan. Ia berargumen konsumen Indonesia terbiasa beli motor sektor Rp20-25 juta sehingga tidak membutuhkan insentif penuh, lebih penting skema pembiayaan kompetitif dengan cicilan seperti motor konvensional. Industri menilai transisi motor listrik penting mengurangi subsidi energi, namun kebijakan perlu regulasi jelas agar investasi berjalan tanpa menunggu perubahan aturan. Pemerintah masih menunggu keputusan Menteri Keuangan melalui PMK untuk merealisasikan insentif Rp3 juta per unit untuk 1 juta motor listrik produksi dalam negeri dengan total anggaran Rp3 triliun. Namun penyerapan tahun ini diperkirakan hanya 100.000 unit karena keterbatasan kapasitas produksi nasional. Penjualan motor listrik merosot tajam menjadi 18.900 unit hingga Agustus 2026, jauh di bawah angka 77.000 unit pada 2024. Masyarakat cenderung menunda pembelian sambil menunggu kepastian subsidi.

Menurut tiap media