Nepal dan Sumatera Barat Atur Biaya Pemulihan Pasca Banjir dan Ancaman Banjir Berulang
Rangkuman gabungan dari 2 media · disusun dengan AI
Pemerintah Nepal memperkirakan biaya rekonstruksi pasca banjir bandang Agustus 2024 sebesar USD 4-5 miliar (Rp70,4-Rp88 triliun), jauh lebih rendah dibandingkan banjir 2015 yang menghargakan USD 9 miliar (Rp159,8 triliun). Banjir tersebut menyebabkan 469 orang tewas dan 1.200 orang hilang, merusak jembatan, jalan, dan pembangkit listrik tenaga air di perbatasan dengan China. Miliarder Binod Chaudhary memperkirakan biaya rehabilitasi mencapai USD 5 miliar (Rp88,8 triliun) atau 11% PKB, sementara Chaudhary Group telah mendukung pemulihan infrastruktur dan ekonomi lokal.
Di sisi lain, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat memprioritaskan penanganan sedimentasi sungai untuk mencegah banjir berulang. Total kerusakan akibat bencana hidrometeorologi mencapai Rp33,4 triliun, dengan Rp21,4 triliun disetor untuk R3P. Pemerintah pusat menyetujui Rp17,9 triliun untuk infrastruktur pada 2026-2028. Gubernur Mahyeldi Ansharullah menyatakan bahwa sedimentasi sungai menyempitkan daya tampung air, berisiko menyebabkan banjir kembali di Padang dan Maninjau. Tim Kunjungan Komisi VIII DPR RI mendukung percepatan rehabilitasi dengan prinsip Build Back Better.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
kumparan
Nepal Butuh Rp 88 T untuk Pulihkan Infrastruktur usai Banjir Bandang
30 Agustus 2026 pukul 06.25 · Baca aslinya ↗
Detik.com
Cegah Banjir Terulang, Pemprov Sumbar Genjot Penanganan Sedimentasi Sungai
31 Agustus 2026 pukul 17.57 · Baca aslinya ↗