Jakarta · Senin, 31 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Nepal dan Sumatera Barat Atur Biaya Pemulihan Pasca Banjir dan Ancaman Banjir Berulang

Pemerintah Nepal memperkirakan biaya rekonstruksi pasca banjir bandang Agustus 2024 sebesar USD 4-5 miliar (Rp70,4-Rp88 triliun), jauh lebih rendah dibandingkan banjir 2015 yang menghargakan USD 9 miliar (Rp159,8 triliun). Banjir tersebut menyebabkan 469 orang tewas dan 1.200 orang hilang, merusak jembatan, jalan, dan pembangkit listrik tenaga air di perbatasan dengan China. Miliarder Binod Chaudhary memperkirakan biaya rehabilitasi mencapai USD 5 miliar (Rp88,8 triliun) atau 11% PKB, sementara Chaudhary Group telah mendukung pemulihan infrastruktur dan ekonomi lokal.

Di sisi lain, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat memprioritaskan penanganan sedimentasi sungai untuk mencegah banjir berulang. Total kerusakan akibat bencana hidrometeorologi mencapai Rp33,4 triliun, dengan Rp21,4 triliun disetor untuk R3P. Pemerintah pusat menyetujui Rp17,9 triliun untuk infrastruktur pada 2026-2028. Gubernur Mahyeldi Ansharullah menyatakan bahwa sedimentasi sungai menyempitkan daya tampung air, berisiko menyebabkan banjir kembali di Padang dan Maninjau. Tim Kunjungan Komisi VIII DPR RI mendukung percepatan rehabilitasi dengan prinsip Build Back Better.

Menurut tiap media