Neraca Perdagangan Indonesia Juli 2026 Kembali Surplus USD 120 Juta
Rangkuman gabungan dari 2 media · disusun dengan AI
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia pada Juli 2026 mencapai surplus USD 120 juta, mengembalikan neraca ke posisi positif setelah defisit pada Mei-Juni 2026. Surplus ini didorong oleh komoditas non minyak dan gas bumi (nonmigas) yang mencatat surplus USD 3,10 miliar, terutama dari ekspor lemak dan minyak hewan nabati (HS15), bahan bakul mineral (HS27), serta besi dan baja (HS72). Sementara itu, perdagangan komoditas migas tetap mengalami defisit USD 2,98 miliar karena tergantung pada minyak mentah.
Dari Januari hingga Juli 2026, neraca perdagangan Indonesia mencatat surplus USD 3,70 miliar dengan ekspor nonmigas mencapai USD 160,01 miliar, naik 5,21 persen dibanding tahun sebelumnya. Ekspor Indonesia Juli 2026 mencapai US$ 26,22 miliar (naik 6,05%), sementara impor US$ 26,09 miliar (naik 27,02%). Surplus terutama didapat dari sektor nonmigas yang tumbuh 6,84% menjadi US$ 25,43 miliar, meski impor migas meningkat 49,91% menjadi US$ 3,77 miliar.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
JawaPos
Neraca Perdagangan Juli 2026 Surplus USD 120 Juta, Komoditas Ini Jadi Penyelamat!
1 September 2026 pukul 15.00 · Baca aslinya ↗
Detik.com
Mendag Pede Neraca Dagang RI Lanjut Surplus hingga Akhir Tahun
2 September 2026 pukul 12.36 · Baca aslinya ↗