BPS: Neraca Dagang RI Surplus US$120 Juta pada Juli 2026
Rangkuman gabungan dari 4 media · disusun dengan AI
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Indonesia mencatatkan surplus neraca perdagangan sebesar US$120 juta pada Juli 2026, setelah sebelumnya mengalami defisit pada Juni dan Mei 2026. Defisit pada Juni mencapai US$450 juta, sementara Mei mencatatkan defisit sebesar US$1,6 miliar. Surplus pada Juli ini didorong oleh surplus komoditas migas sebesar US$3,1 miliar, dengan kontribusi terbesar dari lemak dan minyak hewani serta nabati.
Ekspor Indonesia pada Juli 2026 mencapai US$26,22 miliar, naik 6,05 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (US$24,72 miliar). Namun, ekspor migas mengalami penurunan sebesar 14,58 persen (yoy) dari US$920 juta menjadi US$790 juta. Di sisi lain, ekspor nonmigas tumbuh 6,84 persen (yoy) dari US$23,80 miliar menjadi US$25,43 miliar. Sektor pertambangan dan lainnya menunjukkan pertumbuhan 14,85 persen (yoy) dengan nilai US$3,10 miliar.
Impor Indonesia pada Juli 2026 mencapai US$26,09 miliar, naik 27,02 persen dibandingkan Juli 2025 (US$20,54 miliar). Impor migas melonjak 49,91 persen (yoy) menjadi US$3,77 miliar, sementara impor nonmigas naik 23,83 persen (yoy) menjadi US$22,33 miliar. Berdasarkan sektor, impor bahan baku dan penolong mencatatkan pertumbuhan tertinggi sebesar 32,33 persen (yoy) dengan nilai US$18,76 miliar.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
Detik.com
Neraca Perdagangan RI Surplus US$ 120 Juta
1 September 2026 pukul 11.54 · Baca aslinya ↗
ANTARA News
BPS: Neraca dagang RI hingga Juli 2026 surplus 3,70 miliar dolar AS
1 September 2026 pukul 12.09 · Baca aslinya ↗
kumparan
BPS: Neraca Perdagangan RI Surplus USD 120 Juta pada Juli 2026
1 September 2026 pukul 12.13 · Baca aslinya ↗
BPS Catat Neraca Perdagangan RI Surplus USD 120 Juta pada Juli 2026
1 September 2026 pukul 12.17 · Baca aslinya ↗
CNN Indonesia
Neraca Dagang RI Bangkit Surplus US$120 Juta pada Juli 2026
1 September 2026 pukul 12.14 · Baca aslinya ↗