Jakarta · Selasa, 1 September 2026Cari
WargaKonoha

Neraca Dagang RI Bangkit Surplus US$120 Juta pada Juli 2026

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Indonesia mencatatkan surplus neraca perdagangan sebesar US$120 juta pada Juli 2026, setelah sebelumnya mengalami defisit pada Juni dan Mei 2026. Defisit pada Juni mencapai US$450 juta, sementara Mei mencatatkan defisit sebesar US$1,6 miliar. Surplus pada Juli ini didorong oleh surplus komoditas migas sebesar US$3,1 miliar, dengan kontribusi terbesar dari lemak dan minyak hewani serta nabati.

Ekspor Indonesia pada Juli 2026 mencapai US$26,22 miliar, naik 6,05 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (US$24,72 miliar). Namun, ekspor migas mengalami penurunan sebesar 14,58 persen (yoy) dari US$920 juta menjadi US$790 juta. Di sisi lain, ekspor nonmigas tumbuh 6,84 persen (yoy) dari US$23,80 miliar menjadi US$25,43 miliar. Sektor pertambangan dan lainnya menunjukkan pertumbuhan 14,85 persen (yoy) dengan nilai US$3,10 miliar.

Impor Indonesia pada Juli 2026 mencapai US$26,09 miliar, naik 27,02 persen dibandingkan Juli 2025 (US$20,54 miliar). Impor migas melonjak 49,91 persen (yoy) menjadi US$3,77 miliar, sementara impor nonmigas naik 23,83 persen (yoy) menjadi US$22,33 miliar. Berdasarkan sektor, impor bahan baku dan penolong mencatatkan pertumbuhan tertinggi sebesar 32,33 persen (yoy) dengan nilai US$18,76 miliar.

Peristiwa ini diliput 4 media — baca rangkuman gabungannya

Diberitakan juga oleh


Berita terkait