Jakarta · Jumat, 25 September 2026Cari
WargaKonoha

OJK: Peserta Dana Pensiun Naik, Cakupan dan Literasi Masih Rendah

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat jumlah peserta dana pensiun di Indonesia naik dari 27,27 juta orang pada 2022 menjadi 30,67 juta orang per Juli 2026, dengan total aset mencapai Rp1.699,99 triliun. Peserta ini, menurut Liputan6.com, masih jauh dari target 150 juta angkatan kerja, sementara Detik.com melaporkan cakupan hanya mencapai 20,5% dari total angkatan kerja. Tingkat inklusi dana pensiun, sebagaimana dilaporkan ANTARA News, berada di 5,10%, jauh di bawah literasi yang mencapai 22,21%. Indonesia juga sedang memasuki fase populasi menua, dengan proporsi penduduk lanjut usia mencapai 11,97% pada 2024 dan diproyeksikan mencapai 20,31% pada 2045, sekaligus memiliki 68,94% penduduk berusia produktif. Replacement ratio pensiun di Indonesia hanya 15-20%, jauh di bawah standar ILO sebesar 40%. OJK menyoroti tiga tantangan utama: literasi, affordability, accessibility, dan trust, sambil mendorong kolaborasi pemerintah, pemberi kerja, dan pekerja mandiri untuk mengembangkan produk fleksibel dan saluran digital. PT TASPEN turut berpartisipasi dalam Indonesia Pension Fund Summit 2026 yang diselenggarakan OJK pada 24-25 September 2026 di Jakarta, dengan fokus pada harmonisasi kebijakan, peningkatan kepesertaan, dan penguatan tata kelola dana pensiun. TASPEN juga menggelar kick-off Bulan Dana Pensiun Indonesia pada 6 September 2026 dan kegiatan edukasi di Universitas Sumatera Utara pada 16 September 2026 yang diikuti sekitar 1.000 peserta.

Menurut tiap media