OJK Peringatkan Risiko El Nino Tingkatkan NPL Perbankan
Rangkuman gabungan dari 3 media · disusun dengan AI
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperingatkan bahwa fenomena El Nino yang mulai memasuki Indonesia dapat meningkatkan risiko kredit bermasalah (NPL) di sektor perbankan. Dampaknya langsung terasa pada sektor pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan, dan industri makanan-minuman yang sangat tergantung cuaca. Bank dengan konsentrasi pembiayaan tinggi di wilayah rentam akan berisiko penurunan kualitas aset, sementara bank dengan portofolio terdiversifikasi lebih tangguh.
OJK mendorong bank memasukkan risiko iklim dalam strategi bisnis, mengalokasikan modal ke sektor ramah lingkungan, serta menciptakan produk keuangan berkelanjutan. BPR juga harus memperhatikan eksposur pada sektor ekonomi masyarakat yang rentan dampak El Nino. Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae menyatakan bahwa dampak El Nino termasuk physical climate risk yang dapat merambat dari sektor riil ke sektor keuangan, memengaruhi kualitas aset, profitabilitas, likuiditas, dan permodalan bank.
OJK juga mengumumkan bank wajib ungkap dampak risiko iklim ke publik pada 2027. BPR wajib terapkan keuangan berkelanjutan sesuai POJK 9/2024.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
CNBC Indonesia
El Nino Intai Kredit Bank, OJK Soroti Ancaman NPL Tinggi Sektor Ini
21 September 2026 pukul 13.45 · Baca aslinya ↗
Warta Ekonomi
Super El Nino Mulai Melanda, OJK Soroti Ancaman NPL Perbankan
21 September 2026 pukul 15.04 · Baca aslinya ↗
ANTARA News
OJK dorong bank integrasikan dampak risiko iklim ke strategi bisnis
21 September 2026 pukul 21.38 · Baca aslinya ↗