Super El Nino Mulai Melanda, OJK Soroti Ancaman NPL Perbankan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Fenomena Super El Nino yang mulai memasuki Indonesia sejak Juli 2026 menjadi perhatian Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terhadap industri perbankan. Cuaca yang lebih kering dan musim kemarau berkepanjangan berpotensi mengganggu aktivitas sektor riil, terutama sektor pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan, dan industri makanan serta minuman, yang dapat menekan kualitas kredit dan meningkatkan risiko kredit bermasalah (NPL). Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae menyatakan bahwa dampak El Nino termasuk physical climate risk yang dapat merambat dari sektor riil ke sektor keuangan, memengaruhi kualitas aset, profitabilitas, likuiditas, dan permodalan bank. Gangguan produksi, kenaikan biaya operasional, dan penurunan pendapatan dapat mempengaruhi kemampuan debitur memenuhi kewajibannya.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
ANTARA News · 21 September 2026 pukul 21.38
OJK dorong bank integrasikan dampak risiko iklim ke strategi bisnis
CNBC Indonesia · 21 September 2026 pukul 13.45
El Nino Intai Kredit Bank, OJK Soroti Ancaman NPL Tinggi Sektor Ini
Detik.com · 21 September 2026 pukul 21.25
OJK Buka Suara soal Isu Gaji ASN Dipindah dari BPD ke Bank BUMN
ANTARA News · 21 September 2026 pukul 19.49
OJK nilai pemberian "special rate" perlu dilakukan secara terukur
Berita terkait
Multifinance Masih Bergantung Bank, Pendanaannya Capai Rp289,69 Triliun
Warta Ekonomi · 21 September 2026 pukul 18.18
OJK: Pemindahan Payroll ASN dari BPD ke Himbara Perlu Dikaji Matang
CNBC Indonesia · 21 September 2026 pukul 18.15
OJK: Bank perlu hitung risiko kredit saat cepat naikkan suku bunga
ANTARA News · 21 September 2026 pukul 17.47
Bos OJK Minta Bank Cek Kemampuan Debitur Sebelum Naikkan Bunga Kredit
CNBC Indonesia · 21 September 2026 pukul 17.40