Jakarta · Sabtu, 5 September 2026Cari
WargaKonoha

Operasi gabungan gagalkan penyelundupan narkotika laut dan paket kiriman

Tim gabungan Bareskrim Polri, BNN RI, Bea dan Cukai, Polda Kepulauan Riau, dan TNI Angkatan Laut berhasil menggagalkan penyelundupan 800 kilogram Ketamin HCL yang disembunyikan di kapal Fuchangxing 1 di perairan Anambas, Kepulauan Riau. Barang bukti yang diamankan diperkirakan bernilai Rp1,28 triliun dan dapat mencegah 4 juta jiwa dari ancaman penyalahgunaan narkotika. Kapal berbendera Comoros ini sebelumnya terlibat aktivitas ship to ship dengan kapal MT Ashley di perairan Vietnam, lalu berhasil diintersepsi pada 22 Agustus 2026. Di dalam kapal, petugas menemukan 40 karung berisi 800 bungkus Ketamin HCL yang disembunyikan di steering room. Sebanyak 10 awak kapal diamankan, terdiri dari 9 warga Myanmar dan 1 warga Taiwan. WLC (30), warga Taiwan, ditetapkan sebagai tersangka karena diduga menjadi manajer kapal dan pengendali pengiriman narkotika tersebut. Tersangka dijerat Pasal 435 UU Kesehatan dengan ancaman 12 tahun penjara atau denda Rp2 miliar. Kasus ini merupakan hasil pengembangan dari pengungkapan sebelumnya terhadap kapal MV King Sun yang mengandung 1,3 ton Ketamin pada Agustus 2026.

Di lokasi lain, tim gabungan Bea Cukai, Polri, dan BNN berhasil mengungkap 8 kasus narkotika dengan modus paket kiriman di Kota Ambon dan Ternate pada Agustus 2026. Operasi ini melibatkan 9 unit termasuk Kanwil Bea Cukai Maluku, Bea Cukai Ambon, Bea Cukai Ternase, Polda Maluku, dan BNN Provinsi Maluku serta Maluku Utara. Barang bukti yang diamankan meliputi 97 gram metamfetamina, 223 gram ganja, 9 gram ekstasi, dan 4 cartridge vape mengandung etomidate. Para pelaku menggunakan berbagai cara untuk menyembunyikan barang terlarang seperti menyelipkannya di dalam sepatu, spare part kendaraan, dan botol minum. Operasi ini menunjukkan jaringan peredaran narkotika tetap berusaha memanfaatkan celah dalam sistem untuk memasukkan barang terlarang melalui jalur kiriman. Para terduga dan barang bukti kini sedang diselidiki lebih lanjut oleh BNNP dan Polda untuk mengungkap jaringan yang lebih luas.

Menurut tiap media