Jakarta · Rabu, 19 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Operasi Gagak Narkoba Antarmuka Bengkalis dan Jakarta Amankan Ratusan Kilogram Sabu dan Etomidate

Bea Cukai Bengkalis bersama Polres Bengkalis dan Polsek Bantan menggagalkan jaringan penyelundupan narkotika internasional dari Malaysia pada 12 Agustus. Operasi ini mengamankan 28.967,91 gram metamfetamina (sabu-sabu), 122.629 butir pil ekstasi, dan 394 kapsul ethomidate dengan nilai ekonomi sekitar Rp 137,6 miliar. Dua tersangka berinisial M (50) dan H I (47) dari Pekanbaru ditangkap saat mengemudi mobil Toyota Yaris putih di Jalan Soekarno-Hatta, Desa Selat Baru, Kecamatan Bantan. Barang bukti disembunyikan dalam karung goni di kursi tengah kendaraan. Penindakan ini diperkirakan dapat menyelamatkan 268.257 jiwa generasi muda dari ancaman narkoba dan memberikan potensi penghematan keuangan negara hingga Rp 239,35 miliar. Pengungkapan ini berawal dari informasi intelijen dari masyarakat tentang rencana penyelundupan melalui jalur laut di wilayah Bantan.

Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri berhasil menggagalkan pengiriman 381 cartridge etomidate yang ditujukan ke Kampung Ambon, Jakarta Barat. Pengungkapan terjadi saat petugas melakukan pemeriksaan terhadap bus di Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan, pada Selasa (18/8) pukul 15.00 WIB. Dalam pemeriksaan tersebut, polisi menemukan 381 buah diduga narkotika jenis etomidate di dalam tas milik seorang penumpang bernama Nur Muhammad Iskandarsyah.

Setelah melakukan pengembangan, polisi berhasil mengamankan penerima barang, Jhony Pentury, di Terminal Kalideres, Jakarta Barat, sekitar pukul 23.00 WIB. Dari hasil interogasi, diketahui bahwa etomidate diperoleh dari Sekal Syahzuardi, mantan anggota Polri yang diberhentikan tidak dengan hormat pada 2025 karena kasus narkoba, dan diduga merupakan pesanan dari narapidana bernama Selo yang ditahan di lapas waniti. Kasus ini masih dalam proses penyidikan, dengan barang bukti akan diuji di Laboratorium Forensik secara pro justitia. Petugas juga masih melakukan pengembangan untuk mengungkap jaringan narkotika yang lebih luas.

Menurut tiap media