Jakarta · Selasa, 22 September 2026Cari
WargaKonoha

Pabrik RDF di Bekasi Diharapkan Beroperasi Januari 2027 dengan Kapasitas 1.250 Ton Sampai per Hari

Pabrik pengolahan sampah menjadi Refuse Derived Fuel (RDF) di Kabupaten Bekasi ditargetkan mulai beroperasi pada Januari 2027. Fasilitas ini dikembangkan oleh Asiana Technologies dan menggunakan sampah dari TPA Burangkeng sebagai bahan baku utama. Kapasitas input pabrik adalah 1.250 ton sampah per hari, dengan perkiraan produksi 650 ton RDF setiap hari. PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk akan menjadi offtaker atau pembeli tetap dari hasil produksi RDF ini. Proyek ini menggunakan skema bisnis to business tanpa memerlukan subsidi dari pemerintah. Asiana Technologies juga berencana membangun fasilitas serupa di beberapa TPA lainnya untuk memasok RDF ke industri semen dan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) di berbagai wilayah. Estimasi investasi untuk proyek ini sekitar Rp450 miliar untuk kapasitas 1.000 ton per hari, meskipun kapasitas input yang disebutkan adalah 1.250 ton per hari. Model bisnis yang diterapkan adalah Waste to Fuel dengan skema bisnis to business tanpa memerlukan subsidi dari pemerintah. Founder Asiana Technologies, Poltak Sitinjak, menyatakan bahwa pengembangan fasilitas RDF ini merupakan bagian dari upaya memperluas pemanfaatan sampah sebagai bahan bakar alternatif yang berkelanjutan.

Menurut tiap media