Pabrik RDF di Bekasi Diharapkan Beroperasi Januari 2027 dengan Kapasitas 1.250 Ton Sampai per Hari
Rangkuman gabungan dari 2 media · disusun dengan AI
Pabrik pengolahan sampah menjadi Refuse Derived Fuel (RDF) di Kabupaten Bekasi ditargetkan mulai beroperasi pada Januari 2027. Fasilitas ini dikembangkan oleh Asiana Technologies dan menggunakan sampah dari TPA Burangkeng sebagai bahan baku utama. Kapasitas input pabrik adalah 1.250 ton sampah per hari, dengan perkiraan produksi 650 ton RDF setiap hari. PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk akan menjadi offtaker atau pembeli tetap dari hasil produksi RDF ini. Proyek ini menggunakan skema bisnis to business tanpa memerlukan subsidi dari pemerintah. Asiana Technologies juga berencana membangun fasilitas serupa di beberapa TPA lainnya untuk memasok RDF ke industri semen dan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) di berbagai wilayah. Estimasi investasi untuk proyek ini sekitar Rp450 miliar untuk kapasitas 1.000 ton per hari, meskipun kapasitas input yang disebutkan adalah 1.250 ton per hari. Model bisnis yang diterapkan adalah Waste to Fuel dengan skema bisnis to business tanpa memerlukan subsidi dari pemerintah. Founder Asiana Technologies, Poltak Sitinjak, menyatakan bahwa pengembangan fasilitas RDF ini merupakan bagian dari upaya memperluas pemanfaatan sampah sebagai bahan bakar alternatif yang berkelanjutan.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
JPNN.com
Pabrik Pengolahan Sampah di Bekasi Ditargetkan Beroperasi Januari 2027, Input Produksi 1.250 Ton Per Hari
21 September 2026 pukul 08.34 · Baca aslinya ↗
Pabrik RDF Bekasi Ditargetkan Beroperasi Januari 2027, Input Produksi 1250 Ton per Hari
21 September 2026 pukul 09.14 · Baca aslinya ↗
SINDOnews
Sampah Jadi Bahan Bakar Alternatif, Pabrik RDF di Kabupaten Bekasi Bakal Beroperasi 2027
21 September 2026 pukul 17.02 · Baca aslinya ↗