Pabrik RDF Bekasi Ditargetkan Beroperasi Januari 2027, Input Produksi 1250 Ton per Hari
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pabrik pengolahan sampah menjadi Refuse Derived Fuel (RDF) di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, ditargetkan mulai beroperasi pada Januari 2027. Fasilitas yang dibangun oleh Asiana Technologies ini akan menggunakan sampah dari TPA Burangkeng sebagai bahan baku utama.
Kapasitas produksi pabrik ini mencapai 1.250 ton sampah landfill per hari untuk menghasilkan 650 ton RDF. Hasil produksi tersebut akan diserap oleh PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk sebagai offtaker. Proyek ini menggunakan skema business to business tanpa subsidi pemerintah, dengan estimasi investasi sekitar Rp450 miliar untuk kapasitas 1.000 ton per hari.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 21 September 2026 pukul 17.02
Sampah Jadi Bahan Bakar Alternatif, Pabrik RDF di Kabupaten Bekasi Bakal Beroperasi 2027
Berita terkait
PLN Akan Serap dan Salurkan 223.584 MWh Listrik PSEL Bekasi per Tahun
VOI · 28 Agustus 2026 pukul 14.32
PSEL Bekasi Mulai Dibangun, Bisa Olah 1.500 Ton Sampah per Hari
kumparan · 26 Agustus 2026 pukul 19.10
PSEL Galuga Serap Investasi Awal 160 Juta Dolar AS, Olah 2.000 Ton Sampah per Hari
JPNN.com · 21 September 2026 pukul 10.00
Pabrik Pengolahan Sampah di Bekasi Ditargetkan Beroperasi Januari 2027, Input Produksi 1.250 Ton Per Hari
JPNN.com · 21 September 2026 pukul 08.34