Peluang, Tantangan, dan Strategi Program Motor Listrik Nasional
Rangkuman gabungan dari 2 media · disusun dengan AI
Program Motor Listrik Nasional (Molinas) diluncurkan Presiden Prabowo Subianto di Bekasi pada 13 Agustus 2026 demi kemandirian teknologi dan ketahanan energi. Program ini diarahkan fokus ke wilayah luar Jawa, non-perkotaan, dan daerah 3T. Pengamat transportasi Djoko Setijowarno turut menyarankan penetrasi ke daerah penghasil mineral dan mencontohkan Kota Agats di Papua Selatan yang telah beralih ke kendaraan listrik sejak 2007 akibat kesulitan distribusi BBM. Strategi distribusi ini ditujukan untuk efisiensi logistik serta menghindari kepadatan lalu lintas di perkotaan.
Molinas menghadapi tantangan besar karena industri China menguasai 70% rantai pasok global. Guna bersaing dan menjaga harga tetap terjangkau, diperlukan insentif pemerintah, peningkatan TKDN, serta lokalisasi produksi baterai. Selain itu, elektrifikasi transportasi umum didorong sebagai solusi utama penguraian kemacetan di kota besar.
Aspek keselamatan berkendara turut menjadi sorotan dengan adanya perbedaan rincian data kecelakaan. Satu catatan menyebutkan bahwa pada 2025 terdapat 212.414 unit motor terlibat kecelakaan dengan korban jiwa mencapai 24.296 orang yang didominasi usia muda. Sementara itu, pernyataan lain menyebutkan bahwa kendaraan roda dua menyumbang 70 hingga 75 persen dari total kasus kecelakaan lalu lintas.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
kumparan
Menimbang Motor Listrik Nasional: Transisi Energi, Kemacetan, dan Keselamatan
18 Agustus 2026 pukul 10.36 · Baca aslinya ↗
Media Indonesia
Djoko Setijowarno Dorong Motor Listrik Nasional Masuk Wilayah Mineral
18 Agustus 2026 pukul 20.15 · Baca aslinya ↗