Menimbang Motor Listrik Nasional: Transisi Energi, Kemacetan, dan Keselamatan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Presiden Prabowo Subianto meluncurkan Program Motor Listrik Nasional (Molinas) di Bekasi pada 13 Agustus 2026 untuk memperkuat kemandirian teknologi dan ketahanan energi. Program ini hadir di tengah tingginya angka kecelakaan sepeda motor di Indonesia, di mana pada 2025 tercatat 212.414 unit motor terlibat kecelakaan dengan total korban jiwa mencapai 24.296 orang, didominasi kelompok usia muda.
Molinas menghadapi tantangan besar dari dominasi manufaktur China yang menguasai 70% rantai pasok global. Untuk bersaing, pemerintah menekankan pentingnya peningkatan TKDN, lokalisasi produksi baterai, dan pemberian insentif harga. Strategi penetrasi pasar akan difokuskan pada wilayah luar Jawa dan daerah 3T untuk menghindari penambahan kemacetan di kota besar, sembari mendorong elektrifikasi transportasi umum sebagai solusi utama penguraian macet.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
VOI · 20 Agustus 2026 pukul 08.00
Program Motor Listrik Nasional, Antara Transisi Energi dan Ancaman Kemacetan
Media Indonesia · 18 Agustus 2026 pukul 20.15
Djoko Setijowarno Dorong Motor Listrik Nasional Masuk Wilayah Mineral
ANTARA News · 19 Agustus 2026 pukul 19.13
BCA Finance masih mempelajari program Molinas
Liputan6.com · 19 Agustus 2026 pukul 15.15
Mobil Listrik Makin Laris, Kredit EV BCA Finance Tumbuh 15%
Berita terkait
Video: Molinas Sudah Diluncurkan, Pemerintah Jelaskan Aturan Mainnya
CNBC Indonesia · 8 September 2026 pukul 18.06
Motor Listrik Nasional Tantang Produk China, Mampukah Indonesia Menang di Pasar Sendiri?
Warta Ekonomi · 2 September 2026 pukul 15.08
Molinas Berpotensi Pangkas Subsidi BBM Rp 82,2 Triliun
Liputan6.com · 20 Agustus 2026 pukul 18.31
Molinas Diproyeksi Pangkas Subsidi BBM Rp82,2 Triliun
Media Indonesia · 20 Agustus 2026 pukul 16.21