Djoko Setijowarno Dorong Motor Listrik Nasional Masuk Wilayah Mineral
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pengamat transportasi Djoko Setijowarno menyarankan pemerintah mengarahkan program motor listrik nasional (Molinas) ke wilayah non-perkotaan, khususnya daerah penghasil mineral dan wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar). Menurut dia, strategi ini penting untuk efisiensi logistik dan menghindari kepadatan lalu lintas di Pulau Jawa. Contoh nyata adalah Kota Agats di Papua Selatan yang sudah beralih ke kendaraan listrik sejak 2007 karena kesulitan distribusi BBM. Namun, tantangan besar datang dari produk asal China yang menguasai 70% rantai pasok kendaraan listrik dunia. Djoko menekankan perlunya insentif pemerintah agar Molinas terjangkau dan bersaing. Selain itu, kendaraan roda dua menyumbang 70-75% kasus kecelakaan lalu lintas, sehingga keselamatan tetap menjadi perhatian.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
kumparan · 18 Agustus 2026 pukul 10.36
Menimbang Motor Listrik Nasional: Transisi Energi, Kemacetan, dan Keselamatan
Liputan6.com · 20 Agustus 2026 pukul 18.41
Motor Listrik Nasional Jadi Senjata Kurangi Impor BBM
Liputan6.com · 20 Agustus 2026 pukul 18.31
Molinas Berpotensi Pangkas Subsidi BBM Rp 82,2 Triliun
SINDOnews · 20 Agustus 2026 pukul 17.27
Purbaya Siapkan Insentif Motor Listrik Rp3 Juta/Unit, Kapan Diberikan?
Berita terkait
Motor Listrik Nasional Tantang Produk China, Mampukah Indonesia Menang di Pasar Sendiri?
Warta Ekonomi · 2 September 2026 pukul 15.08
Motor Listrik RI dengan TKDN 75% Ini Ternyata Belum Masuk Molinas
CNBC Indonesia · 26 September 2026 pukul 18.15
Motor Listrik Bakal Jadi Pasar Baru? MUF Spill Pembiayaan Tumbuh 17,2%
Warta Ekonomi · 21 September 2026 pukul 17.00
MUF Wanti-wanti Soal DP 0 Persen Motor Listrik
Warta Ekonomi · 21 September 2026 pukul 16.40