Jakarta · Kamis, 27 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Pemerintah Atur Konsumsi LPG 3 Kg Subsidi Berdasarkan Desil DTSEN

Pemerintah akan mengatur penyaluran LPG 3 kg bersubsidi agar lebih tepat sasaran, karena saat ini penerimanya masih merata untuk seluruh kelas masyarakat. Pengaturan ini akan mengacu pada kelompok desil dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), dengan kolaborasi Kementerian ESDM, BPS, dan Pertamina. Transformasi distribusi sudah dilakukan sejak Maret 2023 melalui pendataan pengguna berbasis web dan integrasi dengan Ditjen Dukcapil.

Kementerian ESDM mencatat kuota LPG 3 kg naik bertahap dari 8,0 juta MT pada 2023 menjadi 8,55 juta MT pada 2025, dengan prognosa 2026 mencapai 8,67 juta MT atau 108,46 persen dari APBN. Realisasi konsumsi masing-masing tahun adalah 8,04, 8,23, dan 8,52 juta MT. CNN Indonesia melaporkan prognosa kebutuhan LPG tahun ini 8,6 juta MT, sedikit lebih tinggi dari kuota APBN 2026 sebesar 8 juta MT dan realisasi tahun sebelumnya sekitar 8,5 juta MT.

Konsumsi LPG nasional mencapai 8,5 juta ton per tahun, tetapi produksi dalam negeri hanya 1,8-1,9 juta ton, sehingga 75-80 persen kebutuhan bergantung pada impor yang menghabiskan devisa Rp 120-150 triliun per tahun. Keputusan penambahan anggaran subsidi masih menunggu persetujuan Kementerian Keuangan.

Menurut tiap media