Pemerintah Ganti Bansos ke Transfer Tunai, AI dan Biometrik Dipakai untuk Kurangi Korupsi
Rangkuman gabungan dari 2 media · disusun dengan AI
Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan mengumumkan perubahan skema penyalangan bantuan sosial (bansos) dari subsidi produk ke transfer tunai langsung kepada penerima. Pemerintah berencana menguji coba sistem baru pada awal 2027, menargetkan puluhan hingga ratus juta penduduk yang memenuhi syarat. Digitalisasi menggunakan AI, face recognition, dan biometrik dilakukan untuk meningkatkan transparansi dan mengurangi penyimpangan.
Luhut menyatakan penggunaan Government Technology berbasis AI diharapkan mengurangi korupsi dengan meminimalisir interaksi langsung antara masyarakat dan aparat. Sistem pendataan berbasis teknologi akan membantu mengidentifikasi masyarakat berhak menerima bansos. Pemerintah daerah diminta segera mendata masyarakat yang memenuhi kriteria.
Perubahan ini didasari proyeksi lonjakan populasi Indonesia hingga 300 juta pada 2027 dan peningkatan kelas menengah. Luhut menargetkan transfer tunai dapat dilakukan pada awal tahun depan melalui registrasi berbasis data. Perbedaan terkait target warga yang menerima bansos: Liputan6.com menyebutkan 'puluhan hingga ratus juta', sementara CNBC Indonesia menyebutkan 'ratusan juta' penduduk.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
Liputan6.com
Skema Bansos Diubah, Langsung Transfer ke Penerima Mulai 2027
3 September 2026 pukul 17.00 · Baca aslinya ↗
CNBC Indonesia
Luhut: AI Bakal Pangkas Korupsi, Pertemuan Orang Dikurangi
3 September 2026 pukul 20.15 · Baca aslinya ↗