Pemerintah Kaji Solusi Utang Whoosh agar Operasional Tetap Berjalan
Rangkuman gabungan dari 2 media · disusun dengan AI
Pemerintah sedang mengkaji berbagai opsi penyelesaian kewajiban utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) Whoosh agar layanan tetap berjalan tanpa menambah beban APBN. Wakil Menteri Keuangan Juda Agung menyatakan bahwa pembahasan masih berlangsung dan belum ada keputusan final karena sedang mengevaluasi alternatif mekanisme yang tepat. Fokus utama pemerintah adalah menjaga keberlanjutan operasional Whoosh sekaligus meminimalkan dampak fiskalnya.
Sebagai bagian dari proses tersebut, pemerintah sedang melakukan uji tuntas (due diligence) untuk memperoleh gambaran lengkap mengenai kondisi proyek dan kewajiban yang harus diselesaikan. Juda menekankan pentingnya menemukan cara penyelesaian yang tidak menghentikan layanan Whoosh. KAI sebelumnya telah mengakui beban finansial Whoosh dan mengarahkan Kemenkeu untuk menangani masalah tersebut.
Proyek Whoosh memiliki nilai investasi sekitar US$7,26–7,27 miliar, setara Rp119,79–119,96 triliun dengan asumsi kurs Rp16.500. Sebanyak 75% pembiayaan berasal dari pinjaman China Development Bank (CDB), sisanya dari ekuitas pemegang saham. Cost overrun diperkirakan mencapai US$1,21 miliar atau sekitar Rp19,97 triliun. Luhut juga sempat membahas kelanjutan Whoosh serta mobil listrik dalam pertemuan dengan Menlu China Wang Yi.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
CNBC Indonesia
Kemenkeu Cari Cara Bereskan Utang Whoosh, APBN Jangan Sampai Terbebani
2 Oktober 2026 pukul 12.10 · Baca aslinya ↗
Warta Ekonomi
Pemerintah Kaji Pembiayaan Whoosh Agar Tak Menguras APBN
2 Oktober 2026 pukul 13.28 · Baca aslinya ↗