Kemenkeu Cari Cara Bereskan Utang Whoosh, APBN Jangan Sampai Terbebani
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pemerintah tengah mengkaji berbagai opsi penyelesaian kewajiban utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) Whoosh agar layanan tetap berjalan tanpa menambah beban APBN. Wakil Menteri Keuangan Juda Agung menyatakan, pembahasan masih berlangsung dan belum ada keputusan final karena sedang mengevaluasi alternatif mekanisme yang tepat. Fokus utama pemerintah adalah menjaga keberlanjutan operasional Whoosh sekaligus meminimalkan dampak fiskalnya.
Sebagai bagian dari proses tersebut, pemerintah sedang melakukan uji tuntas (due diligence) untuk memperoleh gambaran lengkap mengenai kondisi proyek dan kewajiban yang harus diselesaikan. Juda menekankan, pentingnya menemukan cara penyelesaian yang tidak menghentikan layanan Whoosh.
Proyek Whoosh memiliki nilai investasi sekitar US$7,26–7,27 miliar, setara Rp119,79–119,96 triliun dengan asumsi kurs Rp16.500. Sebanyak 75% pembiayaan berasal dari pinjaman China Development Bank (CDB), sisanya dari ekuitas pemegang saham. Cost overrun diperkirakan mencapai US$1,21 miliar atau sekitar Rp19,97 triliun.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 1 Oktober 2026 pukul 19.30
Kemenkeu Masih Kaji Pengalihan Utang Whoosh
Berita terkait
Gimana Nasib Utang Whoosh di Tangan Suahasil? Ini Kata CEO Danantara
CNBC Indonesia · 14 September 2026 pukul 18.15
Ekonom nilai APBN masih mampu tanggung beban utang Whoosh
ANTARA News · 11 September 2026 pukul 17.28
Kemenkeu Ambil Alih Utang Whoosh Mulai 15 September 2026
Liputan6.com · 28 Agustus 2026 pukul 20.45
Airlangga Beberkan Respons China Usai Kemenkeu Ambil Alih Utang Whoosh
CNBC Indonesia · 6 Agustus 2026 pukul 15.15