Jakarta · Rabu, 2 September 2026Cari
WargaKonoha

PLTP Gunung Ungaran Masih Eksplorasi, Target Operasional 2031

Kementerian ESDM menyatakan bahwa pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Gunung Ungaran di Jawa Tengah masih berada pada tahap eksplorasi dan studi kelayakan. Pengembangan dilakukan secara bertahap dengan mengedepankan kajian teknis, keselamatan, perlindungan lingkungan, dan pelestarian cagar budaya seperti Candi Gedong Songo. Teknologi pengeboran arah (directional drilling) digunakan agar lokasi sumur ditentukan berdasarkan kajian teknis, bukan hanya posisi sumber panas di permukaan. Berdasarkan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025-2034, PLTP Gunung Ungaran direncanakan memiliki kapasitas sekitar 55 MW dengan target operasional pada 2031. Kementerian ESDM menekankan bahwa kebutuhan lahan untuk PLTP dari total wilayah kerja panas bumi kurang dari 1 persen, dan tidak seluruh area akan digunakan untuk proyek fisik.

Pemerintah juga melakukan pemetaan sosial untuk memahami kondisi masyarakat sekitar, termasuk aspek penggunaan lahan, lingkungan, dan tata ruang. Setiap rencana kegiatan harus memperhatikan zonasi kawasan cagar budaya yang telah diidentifikasi melalui social mapping Universitas Diponegoro pada 2019. Pengalaman pengembangan panas bumi di kawasan Dieng dijadikan pembelajaran untuk proyek Gunung Ungaran agar pemanfaatan energi bersih tetap berkelanjutan tanpa mengorbankan kelestarian lingkungan, kawasan budaya, pariwisata, dan aktivitas masyarakat.

Beberapa perbedaan muncul terkait titik pengeboran. Kementerian ESDM melalui Juru Bicaranya Dwi Anggia menjelaskan bahwa pengeboran tidak akan dilakukan di lokasi Candi Gedong Songo, melainkan berjarak jauh dari kawasan tersebut. Sementara itu, Warta Ekonomi dan Liputan6.com menyebutkan bahwa pengeboran eksplorasi diperkirakan dilakukan pada akhir 2028 atau awal 2029 setelah memenuhi syarat seperti kesesuaian tata ruang, persetujuan penggunaan kawasan hutan, dokumen lingkungan, dan konsultasi publik. Kapasitas 55 MW dan target operasional 2031 disebutkan secara konsisten di semua sumber.

Menurut tiap media