Jakarta · Rabu, 2 September 2026Cari
WargaKonoha

Ramai Ditolak Warga, ESDM Buka Suara soal PLTP Ungaran

Kementerian ESDM membuka suara terkait penolakan warga terhadap rencana pengembangan PLTP di Gunung Ungaran, Jawa Tengah. Direktur Jenderal EBTKE, Eniya Listiani Dewi, memastikan bahwa rencana pengeboran akan mengacu pada kajian teknis, keselamatan, perlindungan lingkungan, dan kawasan cagar budaya. Titik pengeboran tidak berada di lokasi Candi Gedong Songo, melainkan berjarak jauh dari kawasan tersebut. Penggunaan teknologi directional drilling memungkinkan pengeboran dilakukan dari titik yang aman menuju target reservoir di bawah permukaan. Proyek ini masih berada pada tahap eksplorasi dan studi kelayakan, dengan kapasitas rencana 55 MW dan target operasional pada 2031. WKP Gunung Ungaran mencakup area 29.800 hektare di Kabupaten Semarang dan Kendal, namun penggunaan lahan untuk PLTP hanya diperkirakan di bawah 1% dari total luas WKP. Pemerintah menekankan bahwa tidak seluruh area WKP akan digunakan untuk proyek fisik. Pengeboran eksplorasi diperkirakan dilakukan pada akhir 2028 atau awal 2029 setelah memenuhi syarat seperti kesesuaian tata ruang, persetujuan penggunaan kawasan hutan, dokumen lingkungan, dan konsultasi publik. Eniya juga menyebutkan pengalaman pengembangan panas bumi di Dieng, Wonosobo, sebagai pembelajaran, karena lokasi tersebut berhasil dikembangkan di tengah wilayah pariwisata dan pertanian. Panas bumi dipilih sebagai sumber energi karena kemampuannya menghasilkan listrik secara stabil 24 jam, berbeda dengan PLTS dan PLTA yang bergantung pada cuaca.

Peristiwa ini diliput 2 media — baca rangkuman gabungannya

Diberitakan juga oleh


Berita terkait