Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Pemerintah Korps PLTS 100 GW untuk Kemandirian Energi Nasional

Presiden Prabowo Subianto mendorong pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebesar 100 gigawatt sebagai bagian upaya mencapai kemandirian energi nasional. Dalam pidatonya di rapat paripurna RUU APBN di Senayan, Jakarta, pada Jumat (14/8/2026), pemerintah akan mempercepat penutupan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) dan menggantinya dengan PLTS. Target pemerintah tahun ini adalah membangun 30 gigawatt PLTS dan menghentikan 13 gigawatt PLTD. Penggunaan PLTS diharapkan tidak hanya menekan biaya ekonomi tetapi juga meningkatkan kemandirian energi di wilayah terpencil.

Media Indonesia menyatakan bahwa proyek PLTS 100 GW diperkirakan dapat menghemat negara hingga Rp73,9 triliun per tahun dari penurunan biaya produksi listrik dan pengurangan impor BBM. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menekankan bahwa penghematan ini akan semakin besar seiring dengan berkurangnya kebutuhan impor bahan bakar. Prabowo menyatakan bahwa langkah ini penting untuk membangun kemandirian energi dan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.

Kedua media mencantumkan angka penghematan Rp73,9 triliun per tahun. Media Indonesia menambahkan target pembangunan lebih dari 5.000 jembatan desa hingga akhir 2026 sebagai bagian dari upaya pembangunan infrastruktur di daerah terpencil, serta rekomendasi kapasitas ideal 1 MW PLTS berbasis desa per desa yang memiliki lahan tersedia.

Menurut tiap media