Pemerintah Korps PLTS 100 GW untuk Kemandirian Energi Nasional
Rangkuman gabungan dari 2 media · disusun dengan AI
Presiden Prabowo Subianto mendorong pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebesar 100 gigawatt sebagai bagian upaya mencapai kemandirian energi nasional. Dalam pidatonya di rapat paripurna RUU APBN di Senayan, Jakarta, pada Jumat (14/8/2026), pemerintah akan mempercepat penutupan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) dan menggantinya dengan PLTS. Target pemerintah tahun ini adalah membangun 30 gigawatt PLTS dan menghentikan 13 gigawatt PLTD. Penggunaan PLTS diharapkan tidak hanya menekan biaya ekonomi tetapi juga meningkatkan kemandirian energi di wilayah terpencil.
Media Indonesia menyatakan bahwa proyek PLTS 100 GW diperkirakan dapat menghemat negara hingga Rp73,9 triliun per tahun dari penurunan biaya produksi listrik dan pengurangan impor BBM. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menekankan bahwa penghematan ini akan semakin besar seiring dengan berkurangnya kebutuhan impor bahan bakar. Prabowo menyatakan bahwa langkah ini penting untuk membangun kemandirian energi dan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.
Kedua media mencantumkan angka penghematan Rp73,9 triliun per tahun. Media Indonesia menambahkan target pembangunan lebih dari 5.000 jembatan desa hingga akhir 2026 sebagai bagian dari upaya pembangunan infrastruktur di daerah terpencil, serta rekomendasi kapasitas ideal 1 MW PLTS berbasis desa per desa yang memiliki lahan tersedia.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
Detik.com
Prabowo Ingin Percepat PLTS agar Listrik Pulau Terpencil Tak Tergantung Solar
14 Agustus 2026 pukul 17.11 · Baca aslinya ↗
Media Indonesia
Prabowo Kejar PLTS 100 GW, Negara Hemat Rp73,9 Triliun per Tahun
14 Agustus 2026 pukul 17.21 · Baca aslinya ↗