Jakarta · Selasa, 18 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Prabowo Ingin Percepat PLTS agar Listrik Pulau Terpencil Tak Tergantung Solar

Presiden Prabowo Subianto mendorong pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebesar 100 gigawatt sebagai bagian upaya mencapai kemandirian energi nasional. Dalam pidatonya di rapat paripurna RUU APBN di Senayan, Jakarta, pada Jumat (14/8/2026), Prabowo menyatakan pemerintah akan mempercepat penutupan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) dan menggantinya dengan PLTS. Target pemerintah tahun ini adalah membangun 30 gigawatt PLTS dan menghentikan 13 gigawatt PLTD.

Prabowo menekankan bahwa Indonesia memiliki potensi sinar matahari yang melimpah sepanjang tahun, sehingga penggunaan PLTS menjadi solusi logis untuk pulau-pulau terpencil yang saat ini masih bergantung pada impor BBM. Penggunaan PLTS diharapkan tidak hanya menekan biaya ekonomi tetapi juga meningkatkan kemandirian energi di wilayah terpencil.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto pernah menghitung bahwa pembangunan 100 gigawatt PLTS dapat menghemat pemerintah setidaknya Rp73,9 triliun setiap tahun dari penurunan biaya produksi listrik. Selain itu, pengurangan impor BBM juga diproyeksikan menghemat devisa asing yang signifikan.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait