Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Prabowo Kejar PLTS 100 GW, Negara Hemat Rp73,9 Triliun per Tahun

Pemerintah Indonesia, di bawah kepimpinan Presiden Prabowo Subianto, berencana membangun pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dengan total kapasitas 100 gigawatt (GW) sebagai langkah memperkuat kemandirian energi nasional. Target ini mencakup pembangunan 30 GW PLTS pada tahun 2025 dan penghentian 13 GW pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD). Penggunaan PLTD di wilayah terpencil dinilai tidak efisien karena ketergantungan pada impor BBM. Dengan potensi energi surya yang besar, pemerintah juga mendorong pengembangan PLTS berbasis desa, dengan kapasitas ideal 1 MW per desa yang memiliki lahan tersedia.

Proyek PLTS 100 GW diperkirakan dapat menghemat negara hingga Rp73,9 triliun per tahun dari penurunan biaya produksi listrik dan pengurangan impor BBM. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian menekankan bahwa penghematan ini akan semakin besar seiring dengan berkurangnya kebutuhan impor bahan bakar. Prabowo menyatakan bahwa langkah ini penting untuk membangun kemandirian energi dan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.

Institute for Essential Services Reform (IESR) menegaskan bahwa keberhasilan program ini tidak hanya ditentukan oleh besarnya target kapasitas, tetapi juga perlu implementasi yang terukur dan berkelanjutan. Pemerintah juga menargetkan pembangunan lebih dari 5.000 jembatan desa hingga akhir 2026 sebagai bagian dari upaya pembangunan infrastruktur di daerah terpencil.

Peristiwa ini diliput 2 media — baca rangkuman gabungannya

Diberitakan juga oleh


Berita terkait